Pages

  • BERANDA
  • DISCLOSURE POLICY
  • DISCLAIMER
  • PRIVACY POLICY
  • KONTAK SAYA
  • Tentang Henry
facebook instagram

HENRY HALIM OKTAKUSUMA


  •  Ada banyak intrik dalam hidup ini, dari intrik untuk mencari keuntungan sampai intrik agar selamat. Dan sekarang manusia-manusia Indonesia kebanyakan terjebak dalam kebiasaan membuat intrik untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri yang dikemas untuk kepentingan orang banyak. Mirisnya lagi, hal itu menjadi lumrah dan suatu hal yang “diharuskan” bagi setiap manusia Indonesia di semua lini kehidupan. Bahkan tidak jarang, mengesampingkan sifat kemanusiaan dan menggantinya menjadi kemunafikan demi kepentingan pribadi bahkan golongan.

    Dalam buku Manusia Indonesia, seorang Mochtar Lubis menulis bagaimana sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia dari kalangan bawah sampai kalangan elit, untuk bersikap “Asal Bapak Senang” atau ABS. Memperlakukan seseorang yang dianggap penting atau lebih tepatnya seseorang yang menguntungkan seperti Sang Maha Raja yang harus dipenuhi semua kemauannya seraya Sang Pelayan menundukan badan dihadapannya. Yang padahal, Sang Pelayan tidak menyukai Sang Raja.

    Sikap ABS tersebut bentuk nyata dari kemunafikan masyarakat Indonesia, dan menurut saya telah membunuh sifat-sifat kemanusiaan dan kebenaran yang selama ini dijunjung dalam Pancasila. Padahal negeri ini sedang berkoar-koarnya untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Tapi nyatanya, sampai sekarang nilai-nilai Pancasila itu tercor
    eng dengan sikap kemunafikan masyarakatnya sendiri.

    BACA JUGA: CIRI ORANG INDONESIA DARI DULU HINGGA SEKARANG

    Meskipun Sang Raja itu melakukan kesalahan, tapi Sang Pelayan tidak diperbolehkan sekalipun untuk menyalahkan Sang Raja. Mau bagaimanapun tetap saja Sang Pelayan yang salah. Ketika Sang Raja membuat kebijakan yang menurut Sang Pelayan tidak masuk akal, tapi tetap saja Sang Pelayan harus menjalankannya dan tidak bisa sekalipun membantahnya.

    Entah kenapa, kok mirip dengan Fir’aun ya.

    Kita sebagai negara yang merdeka bahkan sebagai manusia yang merdeka, tentu seharusnya merdeka juga dalam mengambil sikap. Seharusnya menyatakan benar kepada kebenaran dan menyatakan salah kepada kesalahan. Bukan sebaliknya.

    Tapi hinanya kita, tidak pernah mulut kita berkata demikian. Karena kebiasaan masyarakat Indonesia sejak jaman kolonial dulu, selalu punya pemikiran bahwa atasan tidak pernah salah dan tidak boleh dipersalahkan.

    Entah kata apa yang tepat untuk menggambarkan hal tersebut selain kemunafikan. Semua segala bentuk kebenaran disingkirkan, dan segala bentuk penghambaan diperlihatkan sejelas-jelasnya hingga kesalahan tidak pernah tampak setitikpun.



    Saya tidak habis pikir melihat kebiasaan kita sebagai manusia merdeka. Entah mau sampai kapan sikap kemunafikan itu dipertontokan. Maka tidak heran jika generasi muda bangsa ini pun mewarisi hal tersebut, dan lagi-lagi generasi muda yang disalahkan karena tidak menanamkan jiwa Pancasila, padahal generasi tua lah yang “mengajari” sikap yang jauh dari Pancasila bahkan sikap seorang manusia yang merdeka dan berpikiran visioner.

    Segala sesuatu yang diperlukan sekarang tidak jauh dari sikap “ABS” tersebut. Baik berupa uang, prioritas, bahkan pelayanan. Tidak ada keadilan yang diperlihatkan, itulah mengapa hingga sekarang keadilan sulit untuk benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena sudah mengakar dan mendarah daging di semua lini sikap “ABS” sebagai bentuk dari kemunafikan hati manusia Indonesia.

    BACA JUGA: DIMANA KEADILAN ITU?

    Suatu ketika saya pernah mendapati saat Sang Raja memberikan perintah kepada Sang Pelayan, yang mana Sang Pelayan itu tahu bahwa perintah itu salah dan dipertanyakan oleh Sang Pelayan. Tapi Sang Raja tidak mau tahu, mau salah atau tidak yang penting perintah itu harus dijalankan. Sesuai perintah, Sang Pelayan pun menjalankan perintah tersebut dan ternyata benar dugaan Sang Pelayan, perintah tersebut berdampak pada kesengsaraan dan ketidakbenaran.

    Hal tersebut pun diketahui oleh Sang Menteri dan meminta penjelasan kepada Sang Pelayan. Diceritakanlah oleh Sang Pelayan bahwa semua itu disebabkan oleh perintah yang tidak benar dari Sang Raja. Tapi Sang Menteri dengan gagahnya menjawab bahwa itu bukan salah Sang Raja tapi salah dari Sang Pelayan. Sang Menteri pun memberi pesan kepada Sang Pelayan jangan pernah mempersalahkan Sang Raja, bahkan seharusnya dilayani dengan istimewa, meskipun perintahnya salah.

    Sang Pelayan hanya bisa menggelengkan kepala melihat kemunafikan yang terus-terusan terjadi. Tidak mempunyai pedang untuk melawan balik, tidak mempunyai tombak untuk menusuk kemunafikan itu, hanya sebuah tameng yang dimiliki Sang Pelayan untuk menahan gempuran dari kemunafikan Sang Menteri dan bawahannya.

    Pada akhirnya kita semua tahu bahwa negeri ini kebanyakan orang-orang munafik di dalamnya. Kita tidak bisa berbuat apa-apa selama akar belum tercabut dari tanah. Ada banyak orang yang berusaha mencabut akarnya tapi selalu ditusuk oleh jarum-jarum kekuasaan yang beracun. Entah sampai kapan kita menonton pertunjukan yang membosankan ini. Tapi yang pasti negeri ini tidak akan diberkahi jika sikap manusianya apalagi petingginya yang tidak berpihak pada kebenaran.

    Sedihnya lagi, kebenaran dan kejujuran terus disingkarkan hingga ke tepi-tepi jurang kematian.


    -H2O-
    Continue Reading


    Suatu waktu dalam sebuah perjalanan, teman saya bertanya, “dimana keadilan itu?” Saya pun sempat terdiam mendengar pertanyaan dia. Kita selama ini menginginkan dan sangat mengharapkan keadilan itu dalam kehidupan, dari segi kehidupan apapun. Bahkan kita selalu mencari keadilan itu, karena keadilan menjadi suatu hal yang langka di Indonesia ini. Keadilan menjadi sebuah harta yang terpendam entah dimana, siapa yang akan menemukannya juga tidak ada yang tau. Mungkin kita sering diperlihatkan wujud keadilan itu, namun ternyata itu hanya keadilan semu. Lalu, dimana keadilan itu berada? Yang katanya akan membuat manusia hidup dalam kedamaian.

    Jika keadilan itu berbicara soal kebenaran, saya jadi teringat akan sebuah kalimat yang ditulis oleh Soe Hok Gie, “..kebenaran hanya ada di langit…”

    Saya setuju dengan perkataan Soe Hok Gie itu, di bumi ini sudah diselimuti oleh berbagai macam kebohongan dan intrik kehidupan. Semua kebenaran ditutupi, yang mencari kebenaran justru dipersalahkan, dan yang melakukan kesalahan selalu dibela karena dianggap benar.

    Lucu memang negeri ini, berkoar menjunjung tinggi nilai Pancasila tapi nyatanya kebenaran disemukan hingga semua nilai-nilai yang ada dalam Pancasila nyaris tak pernah terlihat dipermukaan.

    Jika kebenaran sudah dimanipulasi, ditutupi, bahkan diputarbalikan, maka di saat yang bersamaan keadilan juga telah dimanipulasi bahkan telah lenyap.

    Di langitlah kebenaran itu berada, berarti di langit juga keadilan itu ada. Yang jadi pertanyaan sekarang, kenapa keadilan ada di langit? Siapa yang memegangnya? Bagaimana menurunkan keadilan itu ke bumi agar bisa dirasakan semua manusia tak terkecuali satu pun?

    BACA JUGA:
    • ZONA AMAN YANG TIDAK NYAMAN
    • 7 HAL YANG MEMBUAT EMOSI SAAT DI JALAN RAYA
    • SAAT SEORANG SARJANA MENJADI PENYINYIR

    Siapapun orangnya, apapun agamanya, apapun kepercayaannya, tinggal dimanapun, jika sudah dikatakan Sang Maha Tinggi maka kita semua akan melihat ke langit atau menunjuk ke langit. Yang padahal kita tidak melihat apa-apa selain langit biru dan awan.

    Tapi kita semua tau siapa yang ada di atas sana. Sang Maha Tinggi, Sang Maha Bijaksana, Sang Pencipta Alam Semesta, Allah yang semua ada di dunia ini berada dalam genggaman-Nya.

    Dialah yang memiliki kebenaran dan keadilan yang sebenar-benarnya. Seluruh bentuk hukum yang berkeadilan untuk semua makhluk, dari-Nya lah semua berasal. Lalu kenapa tidak kita ambil saja hukum dari Sang Maha Bijaksana itu?

    Menurut saya, hukum yang bisa mengatur semua segi kehidupan secara adil dan benar sejatinya hanya hukum Allah. Sedangkan hukum yang dibuat oleh manusia hanya bisa adil kepada golongan tertentu saja, kepada pihak tertentu saja, tidak bisa adil kepada seluruh makhluk yang hidup di bumi ini.

    Dan semua hukum Allah sudah ada di dalam Al Qur’an yang sering kita baca. Di situ juga jelas bagaimana adilnya Allah kepada setiap manusia tanpa dibedakan kedudukan, jabatan, fisik, ras, bahkan agama sekalipun.
    Picture by pixabay.com


     “Ah, intoleransi itu. Bukankah Indonesia ini multi agama, multi etnis, multi ras juga. Jangan mentang-mentang mayoritas seenaknya bikin hukum sendiri.”

    Sudah sangat sering ya kita mendengar dan membaca kalimat bernada sama dengan di atas. Isu intoleransi menjadi senjata yang sangat tajam belakangan ini.

    Saya membicarakan hal ini bukan karena saya seorang muslim, memang sudah menjadi kewajiban saya untuk menjunjung tinggi Islam di dunia ini. Tapi jika saya berbicara kepada orang banyak yang dimana mereka itu semua beragam agama, beragam kepercayaan, beragam etnis, beragam suku, hanya ada satu bahasa, yaitu keadilan sosial dan berlandaskan kemanusiaan yang adil dan beradab.
    Saya ambil contoh hukum potong tangan. Siapapun orangnya, mau dia pejabat atau rakyat biasa, mau dia Islam atau bukan, mau dia dari suku mana atau etnis apa, jika sudah terbukti mencuri maka dipotonglah tangannya. Dan itu menjadi ciri otentik yang bisa dilihat oleh semua orang. Adil bukan?

    Contoh lagi hukum pancung. Siapapun tersangkanya dari golongan manapun jika sudah terbukti membunuh orang lain maka dihukum pancung. Tapi tidak semudah itu memenggal kepala orang. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Apakah keluarga dari pihak korban memaafkan tersangka atau tidak. Jika dimaafkan maka hukuman pancung gagal, jika tidak maka hukuman akan diteruskan.
    Adil bukan?

    Tapi sangat disayangkan, ada beberapa pihak yang merasa terancam jika hukum Allah ditegakan di muka bumi ini. Apabila hukum Allah ditegakan maka berdirilah sebuah kekhalifahan yang baru. Yang artinya menjadi masa kejayaan Islam kembali.

    Mereka takut, agenda mereka untuk menguasai dunia akan terhenti jika khilafah Islam berdiri. Karena mereka menganggap Islam menjadi sebuah ancaman besar bagi keberlangsungan hidup mereka. Padahal khilafah Islam berdiri untuk menciptakan keadilan bagi seluruh makhluk, menebarkan kedamaian dan kebahagiaan di seluruh penjuru bumi.




    Picture by pixabay.com


    Akhir kata, jika kita ingin keadilan bisa benar-benar diterapkan di bumi ini maka kembalikan ke langit. Disanalah semuanya berasal. Manusia hanya bisa membuat kebijakan yang dirasa adil menurut nalar dan pemikirannya, padahal manusia sendiri mempunyai batasan akal dan pemikiran.

    Karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna.




    -H2O-
    Continue Reading
    Pict by Pixabay

       Ada banyak orang mengharapkan berada di zona aman dalam hidupnya sebagai jaminan akan kemapanan hingga hari tua. Zona aman yang diharapkan banyak orang biasanya bekerja yang mendapat gaji rutin bulanan, mendapat tunjangan, dan tentunya uang pensiun. Tapi apakah zona aman itu juga menjadi zona nyaman untuk kita?

    Zona Aman atau Zona Nyaman?

    Masuk ke zona aman berarti masuk ke dalam lingkaran hidup yang berputar secara rutin setiap harinya. Seperti bangun pagi, pergi ke kantor, bekerja hingga jam 5 sore, pulang, bersantai di rumah, tidur malam, dan kembali pagi lagi. Dan menerima gaji bulanan yang sudah pasti. Zona aman bagi kebanyakan orang adalah aman dan stabil dalam perekonomian hidup dan rumah tangga. Meskipun kadang di dalam zona aman itu kita harus merelakan hobi kita, bakat kita, passion kita atau kreatifitas kita. Jika tidak bisa melakukan hal itu semua, bukankah itu bukan zona nyaman bagi kita. Aman tapi tidak nyaman bagi batin kita.

    Bagi saya sendiri, zona nyaman itu adalah ketika kita bekerja berdasarkan minat, bakat, passion, dan yang bisa mengeluarkan kreatifitas kita. Meskipun tidak mendapat uang gaji setiap bulannya, meskipun pendapatan tidak pasti sebulan berapa, meskipun tidak ada jaminan akan kemapanan di hari tua, tapi itulah zona nyaman. Bekerja dengan hasil berupa kepuasan batin dan kepuasan jiwa dengan pendapatan yang berapapun diterima.

    Karena bekerja dalam tekanan yang tidak ada habisnya, teamwork yang tidak bisa diandalkan, bahkan teman sekantor yang tidak sekoordinasi dengan kita, akhirnya membuat diri sendiri menjadi stress. Rasa bosan dan jenuh pun sangat sering melanda, ingin melepas penat dan liburan seringnya terbentur dengan kerjaan yang dikejar deadline yang seolah tak ada habisnya. Seolah ada satu pihak yang tidak rela melihat para karyawannya tidak terlihat sibuk.

    Baca Juga : BEKERJALAH UNTUK IBADAH

    Sangat sulit menemukan kenyamanan dalam zona aman itu. Karena orientasinya uang dan kemapanan bukan berorientasi passion atau minat yang dimiliki.

    Dan jujur, sekarang saya sangat merasa jenuh di dalam zona aman saya. Kadang saya iri melihat orang-orang yang menikmati di dalam zona nyamannya. Tak ada deadline yang menyiksa, bekerja dengan kebahagiaan hati, tidak ada intrik politik dan persaingan citra untuk mendapatkan posisi.

    Jika dulu saat masih kuliah saya berpikir bahwa masuk ke zona aman adalah langkah yang tepat. Tapi setelah masuk beberapa tahun dalam zona aman tersebut, saya menyadari ternyata zona nyaman itulah yang sebenarnya zona aman.

    Sayangnya, banyak dari kita yang terlalu takut untuk keluar dari zona aman itu, termasuk saya. Karena terlalu realistis akan sebuah makna kemapanan membuat saya merelakan zona nyaman dan memilih bertahan di zona aman, meskipun itu tidak nyaman.

    -H2O-
    Continue Reading
    Source: carsafetykw.weebly.com


    Jalan raya menjadi jalur utama dalam sendi kehidupan manusia untuk menjalankan aktivitas sehari-sehari di segala sektor, terutama di sektor perekonomian. Ada orang yang menikmati setiap perjalanannya, ada juga orang yang selalu mengeluh saat berada di jalan raya. Jika orang sudah mengeluh berarti ada ketidaknyamanan yang terjadi di jalan raya, yang berarti hal itu akan membuat emosi dari si pengendara.



    Berikut 7 hal yang membuat emosi saat di jalan raya, menurut pengalaman saya sendiri saat berkendara pergi pulang dari beraktivitas setiap harinya. Let’s Read!


    1. Macet


    Source: tribunnews.com


    Macet menjadi hal yang selalu dikeluhkan oleh setiap pengendara di setiap kota besar Indonesia. Apalagi jika macet terjadi saat siang hari di bawah terik matahari yang sangat panas, menambah terbakarnya emosi kita yang mengejar waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kita.

    Menurut saya penyebab utama macet di Indonesia adalah semakin bertambahnya penduduk dan pengguna kendaraan pribadi, sedangkan akses jalan tidak bertambah. Sehingga terjadi penumpukan kendaraan di jalan raya.

    Macet menjadi hal yang sangat membuat emosi setiap orang. Suasana yang padat, polusi yang menumpuk, suara klakson yang bising, dan sengatan matahari, lebih dari cukup menaikan tensi emosi seseorang.


    2. Klakson Saat Sedang Macet



    Source: cleantechnica.com


    Masih berhubungan dengan macet. Kebiasaan orang Indonesia saat macet adalah sering sekali membunyikan klakson, bahkan juga diikuti dengan teriakan sang pengendara. Saat emosi memuncak, mengejar waktu, dan sifat tidak sabar akhirnya membuat suara bising klakson dimana-mana.

    Semua pengendara yang sedang terjebak dalam kemacetan, seharusnya juga sama-sama tahu kalau yang hanya bisa dilakukan bersabar dan tertib agar bisa keluar dari kemacetan. Bukannya membunyikan klakson senyaring mungkin.

    Alasan beberapa orang membunyikan klakson, agar pengendara di depannya bisa lebih cepat. Bagaimana mau cepat, ya ‘kan, mereka juga dalam keadaan yang sama.



    3. Pengendara yang Ugal-Ugalan



    Source: kaskus.co.id


    Memang sangat mengganggu jika kita sedang menikmati perjalanan, lalu tiba-tiba ada pengendara lain yang ugal-ugalan. Mendahului kendaraan di depannya dengan tidak memperhatikan keselamatan pengendara lainnya.

    Ada juga pengendara yang suka ngebut tapi melanggar peraturan lalu lintas. Kalau sudah begitu biasanya secara spontan akan keluar kalimat sumpah serapah dari mulut kita.

    Pengendara yang ugal-ugalan memang sangat membuat emosi, bahkan ada yang saking emosi sampai terjadi perkelahian.

    Bersikap bijak di jalan mungkin juga menjadi peraturan tersirat di setiap jalan raya.


    4. Pengendara Egois


    Jalan raya menjadi tempat paling egois menurut saya. Semua pengendara hanya mementingkan dirinya saja tanpa mempedulikan orang lain, terutama keselamatan orang lain.

    Ada banyak pengendara yang seenak roti keluar dari gang atau lorong rumahnya tanpa melihat kiri kanan terlebih dahulu. Alhasil pengendara yang sedang berada di jalan utama kaget dan menginjak rem mendadak.

    Kasus seperti itu sudah banyak menyebabkan kecelakaan. Anehnya lagi, mereka yang keluar lorong secara mendadak tersebut tidak mau disalahkan.

    Begitu juga mereka yang sering ngebut, menyalip kiri kanan setiap pengendara tanpa mempedulikan keselamatan pengguna jalan yang lain.

    Tentu pengendara bertipe egois ini sangat menyebalkan, tapi tidak mau disalahkan.


    5. Lampu Kendaraan yang Menyilaukan



    Source: mobilku.org
     
    Ada orang yang lebih menyukai jalan-jalan saat malam hari, karena tidak ada terik matahari alasannya. Ada juga orang yang pulang malam setelah seharian berkutat dengan pekerjaannya. Jika malam hari tiba, semua pengendara akan menyalakan lampu di kendaraannya, tentunya agar bisa melihat jalanan di depannya karena lampu jalanan saja tidak cukup menyinari jalan raya di malam hari.

    Hal yang menyebalkan saat berjalan di malam hari adalah lampu kendaraan yang menyilaukan mata, baik dari arah berlawanan ataupun dari belakang kita.

    Biasanya lampu menyilaukan itu karena mereka menyalakan lampu untuk mode jauh. Dan itu sangat membahayakan pengendara lain. Karena lampu menyilaukan bisa menyebabkan pengendara tidak melihat apa yang ada di depan.

    Apalagi yang memiliki mata sensitif, tentu sangat mengganggu silau dari lampu kendaraan lain. Yang bisa dilakukan bagi pengendara adalah jika sedang berada di dalam kota hanya menggunakan lampu dekat saja, dan menggunakan lampu jauh hanya jika sedang menuju luar kota yang sepi.
    Hal tersebut untuk menhindari kecelakaan yang terjadi.


    6. Sepeda Motor di Lajur Kanan


    Sudah menjadi peraturan lajur kanan untuk mobil yang berjalan cepat atau untuk menyelip pengendara mobil di depan. Tetapi tidak sedikit dijumpai pengendara sepeda motor berjalan di lajur kanan. Mungkin tidak jadi masalah jika jalan cepat, tapi yang masalah ketika sepeda motor sudah mengambil lajur kanan tapi jalannya lambat. Tentu sangat mengganggu ‘kan ya.




    7. Bau Selokan yang Mengganggu


    Mungkin tidak banyak orang yang memperhatikan hal tersebut. Tapi aroma selokan sebagai saluran pembuangan air yang tidak enak sungguh sangat mengganggu.

    Saya pribadi sedikit ngebut jika melewati selokan yang bau tidak enak.

    Limbah rumah tangga dan perkantoran yang dibuang langsung ke selokan jalanan, ditambah salurannya yang buntu, menyebabkan limbah menumpuk di satu tempat. Hasilnya aroma tidak nyaman di sekitar jalanan.



    Selain 7 hal di atas masih banyak faktor-faktor lain yang membuat kita emosi saat di jalanan, tapi 7 hal di atas yang sering kita alami dan tentunya sangat mengganggu.

    Menjadi pengendara yang cerdas dan bijak, tidak hanya mementingkan diri pribadi sudah seharusnya ditanamkan dalam diri masyarakat Indonesia. Karena menurut saya, sikap pengendara di jalanan merupakan cerminan karakter sebuah negara.

    Apa pengalaman kalian nih guys yang membuat kalian emosi saat di jalan raya? Bisa kalian share di komentar, ya.


    Jadilah pengendara yang cerdas, karena cerdas tidak hanya dari otak tapi dari perilaku.




    -H2O-
    Continue Reading


    Belakangan ini cukup banyak mendapat keluh kesah dan curhatan baik dari istri ataupun dari lingkungan sekitar, keluh kesah terhadap orang yang senang menyinyir orang lain dalam hal apapun.


    Saya juga heran kenapa masyarakat Indonesia sangat senang nyinyir kepada orang lain. Hal itu bisa dilihat bagaimana reaksi netizen Indonesia terhadap suatu hal yang muncul di media sosial. Entah itu hal yang benar terlebih lagi hal yang salah, komentar yang diberikan netizen lebih banyak menunjukan respon negatif. Terhadap hal yang benar, yang positif sekalipun, kalimat bully dan nyinyir juga terlontar.

    Itulah mungkin muncul istilah “netizen maha benar”, yang mungkin juga bisa dikorelasikan bahwa masyarakat Indonesia banyak yang merasa paling benar sendiri dan orang lain selalu salah.

    Menurut Bambang Satrio Lelono dari Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kerja, Kemanker RI, bahwa dalam satu tahun lulusan sarja secara nasional mencapai 750 ribu – 800 ribu orang. Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2017/11/08/pengangguran-di-indonesia-tinggi-karena-lulusan-perguruan-tinggi-terlalu-milih-pekerjaan

    Dilihat dari data di atas, ada kemungkinan sebagian besar netizen Indonesia yang berseliweran di media sosial sekarang adalah seorang sarjana.

    Kenapa saya membahas soal kebiasaan orang Indonesia suka menyinyir? Dan apa hubungannya dengan sarjanya seseorang?

    Awalnya karena resah akan akun Instagram gosip yang sangat terkenal sekarang, followers-nya mencapai 5 juta lebih. Woooowww!!

    Apa faedah dari akun gosip itu? Yang ada hanya menciptakan perilaku suka bergosip, nyinyir, dan bully di diri masyarakat Indonesia.

    Jadi untuk apa kita semua ini menjadi sarjana tapi hanya bisa menyinyir orang lain, sibuk mengurusi urusan pribadi orang lain?

    Mengenai sarjana, saya jadi teringat akan sebuah kalimat dari film Gie (2005) yang menunjukan apa esensi sebenarnya menjadi seorang sarjana, “..bidang seorang sarjana adalah berpikir dan mencipta yang baru…”

    Baca Juga: Sarjana Roti

    Oke, jika kita melihat dan merenungi kalimat di atas itu, artinya seorang sarjana seharusnya memikirkan hal yang penting, melahirkan inovasi, memberikan pemikiran mengenai persoalan yang sedang dihadapi bangsa ini. Dan juga tentunya seorang sarjana harusnya bisa menjadi inspirator kepada anak-anak dan kalangan remaja. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, bukan?

    Sindiran dan kritik akan kebiasaan seorang sarjana yang lebih suka menyinyir juga disampaikan dalam film berjudul Cin(T)a (2009), “..republik ini sudah kebanyakan sarjana nyinyir…”

    Memang tidak semua orang Indonesia, juga tidak semua sarjana Indonesia yang gemar menyinyir seperti itu. Tapi hanya sebagian besar saja.

    Maksud saya, untuk apa sering nyinyirin orang lain, karena belum tentu orang yang dinyinyirin lebih jelek atau lebih salah dari diri kita.
    Sederhananya, jangan mencela orang lain karena bisa jadi orang yang mencela lebih hina dari orang yang dicela.

    Picture by pixabay.com

    Sifat suka nyinyir akhirnya memunculkan sifat tidak suka terhadap sesama dalam kehidupan berbangsa. Mungkin ini juga yang menyebabkan negara ini sangat lambat kemajuannya. Semua bentuk inovasi, semua bentuk pemikiran, dan semua bentuk opini langsung dimentahkan dan langsung dinyinyir tanpa mau mempelajarinya terlebih dahulu.

    Selain itu, karena suka menyinyir berdampak semakin tingginya kebiasaan bergosip di kalangan masyarakat. Yang biasanya bergosip melibatkan mulut pertama dan mulut-mulut selanjutnya, dan ending-nya informasi yang disampaikan tidak sesuai dari faktanya.
    Parahnya lagi, kebiasaan nyinyir ini bisa memunculkan sikap adu domba dan sangat mudah di adu domba.

    Ada banyak orang yang bilang, “orang-orang barat sana, orang-orang bule itu kok pinter, ya? Kok cerdas, ya? Mereka ‘kan padahal cuma makan roti.”

    Guys, bukan permasalahan makan apa tapi kebiasaan apa yang membuat mereka bisa pintar seperti itu.



    Picture by pixabay.com

    Tidak perlu jauh-jauh ke belahan Eropa atau Amerika sana, coba lihat Jepang. Negara yang lebih kecil dari kita tapi penduduknya bisa pintar dan kemajuannya sangat pesat. Kenapa bisa? Bukankah mereka juga makan nasi?

    Sekali lagi, karena kebiasaan mereka dalam keseharian.

    Masyarakat Jepang, dimanapun mereka, bekerja di bidang apapun, mereka memiliki kebiasaan membaca jika sedang menunggu. Mungkin kita saat menonton film Jepang atau Anime Jepang, familiar melihat orang Jepang saat di kereta atau di bus mereka sangat asyik membaca buku.
    Begitu juga orang-orang Barat, mereka memiliki kebiasaan membaca.

    Lalu bagaimana dengan kebiasaan kita sekarang? Lebih banyak membaca ataukah menyinyir orang?

    Bukan menyinyir tapi beropini. Bukan menyalahkan tapi menasehati.

    Tapi anehnya kita, orang Indonesia yang katanya berbudaya Timur yang sangat sopan, santun, halus dan berbudi pekerti, yang katanya memiliki banyak sarjana, tapi saat ada orang yang salah menurut kita bukannya dinasehati atau diberitahu yang benar seperti apa malah dinyinyir, digosipkan, di-bully, bahkan dipermalukan di depan umum dan media sosial.

    Apakah itu sikap seorang yang terdidik? Apakah itu sikap seorang yang berbudaya Timur? Apakah itu sikap seorang sarjana?

    Alangkah baiknya jika orang lain salah menurut pandangan kita diajak untuk dialog dengan cara yang sopan, dan menyampaikan opini dari sudut pandang kita. Saya rasa itu cara yang bijak, dan tentunya seperti itulah seharusnya para sarjana bersikap. Karena juga akan berefek pada generasi muda Indonesia.

    Tulisan ini bukan untuk menyalahkan dan menyudutkan pihak manapun, melainkan sebagai renungan dan kritik terhadap diri kita sendiri.
    Menyinyir, bully, bukan sikap seorang sarjana melainkan bertindak cerdas, memberikan pemikiran, dan beropini.







    -H2O-
    Continue Reading
    Picture by pixabay.com


    Blog sebagai referensi mungkin sudah sering kita temui, bahkan kita sendiri pun melakukan hal itu. Banyaknya mahasiswa yang diharuskan membuat tugas makalah dan banyaknya mahasiswa yang ingin “mudah” menyelesaikan makalahnya, sehingga mencari jalan cepat mencari referensi dengan mengambil sumber dari blog. Selain itu perlunya informasi cepat dari masyarakat sekarang ini menjadikan blog sebagai tempat informasi yang utama tersebut.


    Blog yang gratis dalam pengelolaannya membuatnya mudah untuk diakses, sehingga tidak jarang banyak oknum yang memanfaatkan blog untuk menyebar informasi hoax atau isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

    Blog sebagai referensi tidak hanya di bidang akademik tapi dalam bidang apapun, menjadikan para blogger harus benar-benar membuat dan menjaga konten blog mereka agar sesuai etika, menarik untuk dibaca, menarik netizen untuk berkunjung, dan selalu ditunggu update dari postingan blognya.

    BACA JUGA: BERETIKA DALAM BLOG

    Ada banyak sekali blog yang berkonten menarik, baik dari segi tema blog, isi tulisan, karakter penulisan di setiap tulisannya.

    Di bawah ini saya akan membahas beberapa blog yang menurut sangat menarik dari segi konten tulisan dan bisa dikatakan blog yang selalu ditunggu (oleh saya) tulisan terbarunya. Let’s Read!!!


    1.    radityadika.com

    Picture by mediaindonesia.com

     

    Siapa yang tidak kenal dengan sosok blogger, penulis, sutradara, dan pemain film ini. Tidak bisa dipungkiri, Raditya Dika sedikit banyaknya melalui blognya menginspirasi anak-anak muda Indonesia untuk mulai nge-blog. Ada banyak orang yang memulai nge-blog setelah berkunjung atau membaca blog Raditya Dika. Meskipun blog Raditya Dika berupa cerita sehari-hari dan pengalaman tapi dengan konten komedi membuat blognya banyak dikunjungi. Dan kemudian menular ke banyak anak-anak muda untuk mulai menulis di blog.

    Sangat disayangkan, untuk sekarang radityadika.com sedang dalam tahap maintenance sehingga tidak bisa diakses. Mungkin juga Radit sedang sibuk dalam karir menulis buku dan filmnya.


    2.    sophiamega.com



    Sebenarnya saya belum lama tahu dengan blog dari Sophia Mega ini, itu juga karena tidak sengaja saat melihat channel YouTube-nya yang di video tersebut dia membahas cara membangun konten untuk blog. Karena kepo, saya lalu mencari apa dia punya blog atau semacamnya. Dan saya menemukan sophiamega.com yang ternyata sudah ada lebih dulu daripada YouTube-nya.

    Yang membuat saya tertarik dengan blognya karena konten di dalamnya yang membahas seputar Kopi dan Buku. Itulah karakter dan tema blog yang dipilih oleh Sophia Mega. Kebetulannya saya juga penggemar kopi, jadi bisa terpuaskan dengan informasi mengenai kopi yang di tulis oleh Sophia Mega.

    Bagi kalian pecinta buku, juga rekomen untuk berkunjung ke blognya. Karena dia juga sering menulis review buku-buku yang dibacanya, sehingga bisa menjadi referensi tambahan mengenai buku-buku yang bagus untuk dibaca.


    3.    majalah.ottencoffee.co.id



    Meskipun berbentuk web, tapi segi tulisan sangatlah asik dan santai untuk dibaca. Majalah Otten ini turunan dari toko online Otten Coffee, tapi informasi dan gaya bahasa dari setiap tulisan di dalamnya tidak menggambarkan jika Majalah Otten bukan sekedar untuk komersil belaka. Tapi menjadi seperti buku bagi kalian para pecinta kopi. Karena di dalamnya terdapat tips dan trik bahkan metode penyeduhan kopi, event besar yang sedang berlangsung, kedai-kedai kopi yang rekomen untuk dikunjungi, resep kopi, dan berita seputar dunia kopi ada di Majalah Otten ini.

    Jadi, bagi kalian pecinta kopi harus berkunjung dan membaca setiap tulisan di Majalah Otten ini. Karena akan menambah wawasan kalian dalam dunia kopi.


    4.    kadekarini.com



    Untuk blog satu ini saya benar-benar baru tahu dan baru nemu. Itu juga karena diberi tahu oleh teman saya. Dari yang saya baca, Kadek Arini seorang travel blogger yang menulis setiap perjalanan wisata dan adventure-nya baik di Indonesia maupun di luar negeri.

    Tidak hanya tulisannya yang asik dibaca, juga foto-fotonya sangat keren untuk dilihat. Menjadi sebuah perpaduan yang sangat pas ketika tulisan yang bagus ditambah dengan foto yang keren.
    Selain bikin iri dari segi penulisan dan foto yang keren sekali, Kadek Arini juga bikin iri saat bisa travel keliling Indonesia bahkan travel ke luar negeri. Iri ‘kan ya?


    5.    rezkinurpratiwi.com



    Ini dia salah satu blogger dari kota Banjarmasin, ya meskipun masih banyak blogger yang keren juga dari Banjarmasin. Sebenarnya juga masih satu komunitas dengan Rezki sebagai Blogger Banjarmasin tapi belum pernah bertemu saat kopdar komunitas.

    Dengan cerita kesehariannya yang sedang kuliah di Perancis, menurut saya sangat asik membaca setiap tulisan dari Rezki ini. Ketika membaca kita seperti sedang diajak keliling di sekitaran kampusnya dan juga lebih mengenal seperti apa kehidupan kalau mau kuliah di Perancis.

    Jika di film kita pernah menonton film Rudi Habibie yang menceritakan kehidupan kuliahnya di Jerman, begitu juga dengan Rezki dalam blognya. Bedanya, Rezki menceritakan kehidupannya di Perancis dan dia berasal dari Banjarmasin. Keren nggak tuh?

    Blog Rezki ini juga bisa menjadi referensi bagi kalian yang ingin dan berencana untuk melanjutkan kuliah di luar negeri.




    Selain lima blog di atas, masih banyak blog-blog lainnya yang juga keren dan asik untuk dibaca. Jika ditanya BLOG FAVORITMU apa? Bingung juga akan menjawab apa. Karena bagi saya relatif untuk menyukai sebuah blog. Ada banyak manfaat, kelebihan, dan kekurangan dari setiap blog. Mungkin untuk sekarang belum menemukan mana blog yang menjadi favorit tapi membaca setiap blog dengan konten yang menarik, yang bagus, menurut saya lebih baik sebagai bentuk apresiasi dari setiap karya para Blogger Indonesia khususnya Blogger Banjarmasin.


    Jika kalian mencari informasi dan Karya Anak Banua silakan klik saja link yang tertera untuk menambah wawasan, referensi, dan informasi kalian.


    Sebagai penutup, sebaiknya kita menggunakan blog untuk menghasilkan karya, berbagi pengalaman, berbagi ilmu, dan berbagi informasi yang bukan hoax. Karena blog memang tidak diperuntukan dan tidak diciptakan untuk berita hoax, konten yang berbahaya, juga bukan alat politik dengan konspirasi jahat yang bertujuan untuk kepentingan individu tertentu saja.



    Karena blog tempat untuk berkarya, menulis, dan berbagi.






    -H2O-



     Tulisan ini diikutsertakan dalam:







    Continue Reading

     

    Indonesia mempunyai banyak macam budaya, suku, bahasa, kebiasaan yang berbeda di setiap daerah, pulau, dan propinsi. Begitu juga dengan Jambi dan Banjarmasin. Jambi berada di Sumatera, dan Banjarmasin berada di selatan Kalimantan. Lalu kenapa membahas Jambi dan Banjarmasin? Di akhir tulisan nanti akan dijelaskan alasannya.


    Terlepas dari itu, kali ini yang ingin dibahas adalah perbedaan yang sangat terasa jika kalian berkunjung ke Jambi dan Banjarmasin. Karena beda pulau, beda budaya, beda bahasa, dan beda kebiasaan, tentu ragam yang didapat juga banyak. Jadi ini beberapa perbedaan yang terdapat di Jambi dan Banjarmasin. Let’s Read!




    1.    Huruf ‘O’

    Kenapa yang pertama dibahas huruf ‘O’? Ya, karena kalau kalian saat pertama kali sampai di kota atau daerah yang berbeda dengan asal kalian, yang didengar pasti bahasa dari orang sekitar.

    Karena Jambi termasuk daerah sumatera, logat melayu masih sangat kental dan juga dipengaruhi bahasa dari Padang yang tentunya banyak menggungkan huru ‘O’. Misalnya seperti, “siapo”, “apo”, “kemano”, ya semisalnya lah yang biasanya di akhir kata menggunakan huruf ‘O’.

    Sebaliknya, di Banjarmasin lumayan sangat jarang menemui huruf ‘O’ sempurna diucapkan. Entah kenapa lidah orang Banjar itu sering memecah huruf ‘O’ menjadi huruf ‘U’. Misalnya seperti, “motor” menjadi “mutur”, “kantor pos” menjadi “kantur pus”, dan lainnya yang menggunakan huruf ‘O’ biasanya diganti menjadi huruf ‘U’.

    Perbedaan yang signifikan memang. Tapi itulah ragam perbedaan Indonesia. Bahasa yang sangat kaya dimiliki orang-orang Indonesia.

    2.    Mall

    Dimana pun itu, mall memang menjadi pusat nongkrong atau hang out orang Indonesia, dari yang muda seperti anak sekolah sampai orang tua yang lanjut usia. Ada yang sekedar ‘cuci mata’, belanja, menonton, main di arena permainan, minum kopi, atau bahkan kencan.

    Ada beberapa perbedaan yang didapat antar mall di Jambi dan di Banjarmasin, ini dia:

    -    Jumlah Mall

    Di Jambi mall ada tiga, sisanya ada beberapa swalayan dan plaza yang cukup besar juga. Bahkan menurut saya mall di Jambi itu isinya bisa dibilang lengkap.

    Sedangkan di Banjarmasin hanya memiliki satu mall saja, tapi besarnya mengalahkan tiga mall di Jambi. Meskipun besar, mall di Banjarmasin masih kurang lengkap isinya jika dibandingkan dengan mall yang ada di Jambi. Mungkin tujuan adanya mall di Jambi untuk memenuhi keperluan rumah tangga masyarakatnya selain juga tempat nongkrong, dibandingkan dengan di Banjarmasin mall hanya untuk tempat nongkrong dan tempat pamer.

    -    Parkir

    Kalau untuk tempat parkir, mall di Banjarmasin lebih luas meskipun selalu antri jika pulang setelah menonton. Sedangkan parkir mall di Jambi cukup sulit karena lahan parkir yang sempit tidak sesuai dengan pengunjung mall yang banyak.

    Tapi mall di Jambi untuk biaya parkir sangat murah, dari Rp 2.000,- s/d Rp 8.000,- untuk mobil. Dibandingkan dengan di Banjarmasin untuk sepeda motor saja bisa sampai Rp 10.000,- mahal memang.

    -    Toilet

    Toilet di mall Jambi itu gratis. Mau di mall yang manapun toilet tetap gratis. Ya, tapi ada juga sih toilet yang tidak bersih. Tapi jika dibandingkan dengan toilet di mall Banjarmasin yang sebelum masuk harus bayar Rp 2.000,- terlebih dahulu. Bayangkan betapa untungnya pihak mall dari pembayaran toilet dan parkir saja.

    -    Bioskop

    Di Jambi memiliki dua bioskop yang berbeda nama, meskipun minat menonton masyarakat Jambi belum setinggi di Banjarmasin. Sedangkan Banjarmasin hanya memiliki satu bioskop saja, iya cuma satu. Dengan minat menonton yang sangat sangat tinggi.

    Bahkan jika ada film yang bagus antriannya bisa sampai keluar pintu bioskop. Dibandingkan dengan di Jambi, meskipun film bagus yang tayang antriannya tidak pernah panjang sampai ke pintu masuk.

    -    Ujian Mata

    Memang sudah menjadi hal wajar (meskipun tidak wajar) banyak pengunjung perempuan yang memakai pakaian minim. Tapi jika kalian main ke mall yang ada di Jambi, mata kalian akan diuji dengan pegawai mall yang menggunakan rok mini, entah apa alasannya. Yang menurut saya tidak etis memakai pakaian mini tersebut apalagi sebagai pegawai mall.

    Masih cukup bagus penampilan pegawai mall di Banjarmasin, ya meskipun juga memakai rok tapi masih tertutup. Meskipun seharusnya bisa memakai rok yang lebih panjang.


    3.    Makanan

    Karena Jambi masuk daerah Sumatera dan dekat dengan Padang juga Palembang, maka makanan pun lebih didominasi dengan rasa pedas, masakan daging berupa rendang, menggunakan banyak santan, dan selalu menggunakan cabe. Sedangkan di Banjarmasin, makanan lebih didominasi rasa manis, biasanya menggunakan cabe merah atau cabe kering yang tidak pedas.

    Saya pernah memakan Soto Lamongan di Jambi, yang isinya berbeda dengan Soto Lamongan yang ada di Banjarmasin.


    4.    Harga

    Jika dibandingkan dengan Banjarmasin, harga-harga di Jambi jauh lebih murah. Misalnya burger yang cukup besar dengan isian lengkap tanpa keju bisa dibeli dengan harga Rp 10.000,- saja, jika di Banjarmasin mungkin sekitar Rp 15.000,- Belum lagi bakso dan mie ayam yang kisaran harga dari Rp 8.000,- s/d Rp 12.000,- dengan rasa yang sangat enak. Ada juga pempek dengan jenis kapal selam di Jambi hanya seharga Rp 4.000,- saja dibandingkan dengan di Banjarmasin bisa sampai Rp 12.000,- s/d Rp 14.000,-

    Bagi kalian yang suka menonton, harga tiket di Jambi bisa dibilang cukup bersahabat karena harga tiket di dua bioskop sama yaitu Rp 35.000,- s/d Rp 50.000,- tapi jika menonton di Banjarmasin yang harganya cukup mencekik (tapi tetap nonton juga) yaitu seharga Rp 45.000,- s/d Rp 60.000,- Memang cukup jauh perbedaan harganya, mungkin karena Jambi sedikit lebih dekat dengan Pulau Jawa sehingga harga lebih murah.


    5.    Tempat Rekreasi

    -    Sungai

    Jambi dan Banjarmasin sama-sama memiliki Sungai yang besar, Jambi memiliki Sungai Batanghari dan Banjarmasin memiliki Sungai Martapura dan Sungai Barito.

    Yang membedakannya ada di sekitaran sungai tersebut. Banjarmasin punya siring di pinggiran Sungai Martapura yang bisa dijadikan tempat nongkrong di sore hari yang mana juga digunakan untuk kawasan car free day setiap weekend, juga di beberapa spot digunakan untuk Pasar Terapung.

    Dengan Menara Pandang, Tugu 0 Km, dan Patung Bekantan yang besar menjadi maskot andalan sebagai objek wisata yang sekarang menarik wisatawan lokal maupun asing menikmati bantaran Sungai Martapura di pagi maupun sore hari.

    Berbeda dengan di Banjarmasin, Jambi memiliki Sungai Batanghari yang membelah Kota Jambi dengan Kota Jambi Seberang. Di Sungai Batanghari tersebut dibangun jembatan penghubung yang disebut Jembatan Pedestrian dengan ujungnya yang berdiri Menara Gentala Arasy. Sangat asyik memang menikmati sore sambil berjalan di jembatan tersebut. Karena memang jembatannya hanya untuk pejalan kaki saja.






    Lelah menapaki jembatan dan berkeliling di Menara Gentala Arasy, kalian bisa menikmati jajasan khas kaki lima di pinggiran (siring) Sungai Batanghari. Jajanan yang banyak dijual di sana ada Sate Padang, Jagung Bakar, Mie Ayam dan minumanya berupa Es Tebu.

    -    Kebun Binatang

    Selain itu Jambi memiliki kebun binatang yang besar, bernama Taman Rimba Jambi, mungkin sangat jauh dengan kebun binatang yang ada di Banjarmasin. Bahkan saat hari libur besar seperti Hari Raya Idul Fitri dan Tahun Baru sangat banyak pengunjung datang ke Taman Rimba.

    Macan yang sedang mengukur keliling kandangnya

    Juga banyak macam flora

    Beginilah bro kalau jomblo, galau terus bawaannya

    Iya tau nge-blur, tapi tempatnya memang enak sekali untuk bersantai

    Gajahnya lagi berantem, makan jauh-jauhan

    Juga ada tempat bermain untuk anak-anak


    Tempat yang rindang sejuk sambil mengedukasi anak dengan nama dan kebiasaan hewan yang ada di dalamnya menjadi wisata yang asyik bagi masyarakat sekitar. Semoga di Banjarmasin bisa memiliki kebun binatang yang bagus juga.

    -    Taman

    Di Jambi memiliki beberapa taman yang bisa digunakan untuk sekedar nongkrong, jogging, atau berkeliling santai bersama teman dan keluarga. Ada Taman Rimba, Taman Remaja, Tugu Juang, Taman Rumah Adat, Jambi Paradise.

    Untuk Jambi Paradise sendiri merupakan tempat wisata baru yang hadir di Jambi, Jambi Paradise (Jampar) salah satu tempat bermain dan rekreasi yang lengkap dan luas. Kalian bisa bersepeda ria, memasuki labirin, flying fox, atau bermain dan berfoto di sekitaran danau.







    Selain itu ada juga Kampung Raja, ya mirip Dufan gitu lah (padahal belum pernah ke Dufan), di situ kalian bisa bermain outbound, berkeliling dengan mobil kecil, berenang, bermain bebek kayuh, dan permainan lainnya. Jika bersama keluarga, kalian bisa menggelar tikar untuk makan bersama di bawah rindangnya pepohonan taman.

    Dibandingkan dengan di Banjarmasin, sangat sedikit taman yang bisa dijadikan tempat wisata. Hanya ada Taman Siring, Taman Kamboja, Taman Maskot, yang mana taman tersebut tergolong kecil untuk dijadikan tempat wisata. Jikapun ada yang besar, berada di Banjarbaru dengan Taman Van der Pilj nya.

    Kapan ya Banjarmasin punya taman hijau yang rindang untuk melepas penat dan menikmati udara sejuk?


    6.    Jalan

    Soal jalan raya, Banjarmasin memiliki jalan utama yang lebih besar yang membentang dari Banjarmasin sampai ke ujung Kal-Sel. Namun, karena memiliki satu jalan utama menjadi kelemahan saat di waktu padat, tentu jalanan menjadi macet.

    Jambi meskipun memiliki jalan yang tidak besar, hanya ada dua lajur di setiap jalurnya, tapi banyaknya pilihan jalan menjadikan jalanan Jambi tidak sampai macet panjang. Jambi memiliki banyak persimpangan jalan yang bisa memecah pejalan untuk melewati jalan mana untuk menuju satu tujuan yang sama.


    7.    Perilaku Pengendara

    Sekacau-kacaunya jalanan di Banjarmasin, menurut saya masih lebih tidak habis pikir melihat perilaku pengendara di Jambi.

    Se-absurd-nya pngendara di Banjarmasin masih memakai helm di jalan besar, masih mematuhi lampu lalu lintas.

    Tapi itu tidak berlaku bagi sebagian pengendara di Jambi, mereka tidak memakai helm, lampu merah di terobos, bahkan ada yang tidak memakai nomor polisi. Gokil nggak tuh.

    Di Jambi, klakson sangat murah, bagi kalian jangan sampai kaget kalau ada kesempatan main ke Jambi karena sedikit-sedikit dikagetkan dengan klakson meskipun berada di jalan yang benar apalagi di jalan yang salah.





    Tulisan ini bukan untuk membandingkan mana yang lebih baik antara Banjarmasin atau Jambi, tentu masing-masingnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti Banjarmasin yang lebih unggul soal keagamaannya. Tapi ada juga kesamaan antara Jambi dan Banjarmasin, yaitu di Jambi juga banyak orang Banjar, bahkan di daerah Tungkal ada terdapat kampung Banjar.

    Selain itu tulisan ini menggambarkan bagaimana belum ratanya pembangunan di Indonesia, ada kota yang cepat pembangunan dan kemajuannya, ada lambat pembangunannya.

    Menjawab pertanyaan di awal tadi kenapa membahas Jambi dan Banjarmasin? Karena di Jambi-lah RESOLUSI tahun kemarin terwujud. Resolusi yang berupa mengucapkan ijab qabul yang sangat sakral untuk mengikat wanita yang saya cintai.

    Jambi dan Banjarmasin dua buah kota yang sangat jauh beribu kilometer,  berbeda pulau, berbeda waktu, berbeda budaya, berbeda bahasa, berbeda suku, berbeda kebiasaan, tapi di tangan Allah, semua menjadi bukan penghalang untuk betemunya jodoh. Menjemput jodoh di Jambi menjadi takdir saya untuk membentuk rumah tangga bersamanya.

    Dan di tahun 2018, bukan perayaan meniup terompet, menembak kembang api hingga mengganggu saudara seiman, tapi meraih resolusi menjadi bentuk syukur atas dipertemukannya kami sebagai jodoh. Mulai tahun ini kami menjalani hidup berdua, dan akan selalu berdua.

    Sebagai penutup, silakan juga kunjungi Website Karya Anak Banua dari Komunitas Blogger Banjarmasin yang sangat terkenal (berlebihan memang), untuk menambah referensi bacaan kalian.


    Iqra’, Bacalah.





    -H2O-



    Tulisan ini juga diikutkan dalam:




     
    Continue Reading

    Setiap orang pasti menginginkan pekerjaan yang terbaiknya untuknya, untuk keluarga, dan masyarakat sekitarnya. Kita meraih pendidikan yang tinggi untuk bisa mendapatkan pekerjaan terbaik. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan pekerjaan impian kita. Lalu pekerjaan apa yang terbaik? Kerja yang menghasilkan banyak uang? Atau yang bisa membawa kita keliling dunia? Jika kita melihat pekerjaan hanya sebatas penghasilan yang didapat, maka sungguh sempit pemikiran kita terhadap kerja itu sendiri. Yang padahal kerja lebih dari sekedar mencari harta saja, tapi kerja itu ibadah.

    Continue Reading

     

    72 tahun sudah Indonesia merdeka, 72 tahun sudah Indonesia lepas dari penjajahan di segi wilayah. Tapi apakah Indonesia sudah benar-benar merdeka? Saya rasa belum. Tapi di tulisan ini tidak akan membahas soal itu, yang terpenting sekarang bagaimana kita memaknai kemerdekaan itu sendiri. Selain seremonial dan upacara yang memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia, ada juga beberapa hal unik yang ada dan terjadi pada perayaan HUT Indonesia tahun ini.

    Continue Reading

    Belakangan ini saya sedang suka-sukanya dengan musik bernada lagu-lagu di era yang lawas dan yang bernuansa akustik. Mendengarkan seperti ada sensasi yang berbeda dari lagu-lagu sekarang yang sering muncul di televisi atau radio. Sebenarnya sih mencari lagu-lagu yang anti mainstream dari lagu kebanyakan yang lebih mengikuti pasar industri musik sekarang. Pada akhirnya bagi saya, musik-musik  indie terasa lebih elegan didengarkan.


    Continue Reading


    Created by: Rizqi Alam

    Pertama kali menulis di blog sekitar tahun 2008, yang saat itu sedang di kelas 3 SMK, lumayan tua memang. Banyak teman saya yang bilang saya ini blogger, tapi sebenarnya saya tidak terlalu mengakui status itu, but it’s okay. Ya, karena saya belum berpenghasilan dari blog dan juga tidak aktif-aktif banget mengisi blog saya, makanya saya kadang juga minder jika disebut sebagai blogger. Meskipun artian blogger itu tidak sesempit itu. Sebelumnya sebagai anak muda, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional 2016 untuk seluruh blogger Indonesia.



    Continue Reading


    Gundam. Iya, Gundam. Atau biasa orang menyebutnya dengan Gunpla (Gundam Plastic Model). Entah kenapa tiba-tiba saja ingin menulis tentang Gundam. Jujur, saya bukan pecinta Gundam, tidak pernah menonton animenya, dan juga bukan pengoleksi Gundam. Lalu kenapa menulis Gundam? Ah, entahlah. Saya pun tak sadar juga. Tapi karena sudah terlanjur menulis Gundam pada kata awal, jadi ya sudah, diteruskan sajalah.

    Continue Reading


    Sekarang ini untuk cepat sampai bepergian kebanyakan orang akan menaiki transportasi pesawat, ditambah banyaknya tiket penerbangan murah yang disediakan oleh beberapa maskapai penerbangan. Selain banyaknya tiket murah, pesawat terbang juga sangat mempersingkat waktu perjalanan ke tujuan jika dibandingkan dengan mode transportasi lainnya. Dan naik pesawat juga nyaman sekali, karena semua hal yang berhubungan dengan perjalanan kita akan dilayani oleh petugas atau pramugari. Tapi padahal naik pesawat juga ada tidak enaknya.



    Continue Reading



    Woow, sudah hampir 3 bulan saya tidak mengisi blog ini, alasan klisenya sih karena kesibukan kerja, padahal yang sebenarnya mood sering hilang saat mau menulis. Dan 3 bulan belakangan ini juga saya mulai sering mengonsumsi minuman yang kebanyakan orang bilang pahit dan berwarna hitam, iya kopi.


    Continue Reading


    Di jaman dahulu untuk bepergian antar pulau, antar negara atau bahkan ke belahan bumi lainnya terasa sangat sulit dilakukan, jika pun bisa akan memakan waktu yang sangat lama dengan menggunakan perahu. Apalagi untuk pergi ke luar Bumi, sangat mustahil rasanya karena dahulu belum ditemukan pesawat.

    Continue Reading

    Siapa yang tidak ingin menjadi sarjana sekarang ini? Semua orang ingin dirinya bisa sarjana, minimal sarjana Strata-1. Karena semua perusahaan baik negeri maupun swasta menerapkan klasifikasi SDM-nya minimal S-1. Bahkan untuk PNS pun sekarang juga minimal sarjana, terlihat dari kebijakan untuk mempensiunkan mereka yang hanya berpendidikan SMA.


    Continue Reading


    Kinyoru Matsuri atau yang artinya Festival Malam Emas, rutin diselenggarakan oleh SMAN 2 Banjarmasin. Karena bertajuk Festival Malam Emas maka acara pun dimulai sore hari dari jam 4 sore sampai malam yang kebetulan kemarin pada malam minggu atau jomblo bilang sabtu malam #apasih.


    Continue Reading

    Banyak orang yang bilang hubungan Long Distance Relationship (LDR) itu nyiksa banget bahkan dibilang hampir sama dengan jomblo. Padahal justru sebaliknya, LDR itu romantis dan penuh perjuangan. Selain itu LDR juga suatu hubungan yang anti mainstream, mengutamakan kepercayaan, dan rasa kangen yang lebih besar.


    Continue Reading

    Beberapa waktu lalu saya membaca buku yang ditulis oleh Mochtar Lubis berjudul Manusia Indonesia, entah kenapa saat melihat buku tersebut langsung ingin membelinya. Dan ternyata isinya merupakan karakter kita sebagai orang Indonesia yang sebenarnya kita ketahui dan sadari tapi tidak kita akui.


    Continue Reading

    Saya pertama kali membaca peristiwa G30S tersebut saat duduk di bangku SD, saya lupa itu kelas berapa. Dalam buku sejarah yang hanya sedikit dijelaskan mengenai peristiwa tersebut, malah membuat penasaran diri saya. Entah kenapa sampai sekolah tingkat tinggi pun masih terbawa satu pertanyaan mengenai peristiwa itu, yaitu kenapa peristiwa G30S itu harus terjadi? Bahkan sampai sekarang pun saya penasaran dengan kebenaran yang sebenar-benarnya sebab terjadinya peristiwa itu.


    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    HENRY HALIM




    Terlahir 26 tahun lalu.

    Di Kota Seribu Sungai.

    Pemikiran dalam bentuk tulisan.

    Penggemar kopi, meski tak kuat dengan espresso.

    -H2O-

    Blog Archive

    • ▼  2019 (3)
      • ▼  April 2019 (1)
        • MANUSIA DAN KEMUNAFIKAN
      • ►  March 2019 (1)
      • ►  January 2019 (1)
    • ►  2018 (4)
      • ►  October 2018 (1)
      • ►  August 2018 (1)
      • ►  February 2018 (2)
    • ►  2017 (3)
      • ►  October 2017 (1)
      • ►  August 2017 (1)
      • ►  February 2017 (1)
    • ►  2016 (6)
      • ►  October 2016 (2)
      • ►  September 2016 (1)
      • ►  August 2016 (1)
      • ►  May 2016 (1)
      • ►  March 2016 (1)
    • ►  2015 (8)
      • ►  November 2015 (1)
      • ►  October 2015 (2)
      • ►  September 2015 (1)
      • ►  April 2015 (3)
      • ►  March 2015 (1)
    • ►  2014 (5)
      • ►  December 2014 (1)
      • ►  October 2014 (1)
      • ►  June 2014 (1)
      • ►  April 2014 (1)
      • ►  January 2014 (1)
    • ►  2013 (6)
      • ►  October 2013 (2)
      • ►  August 2013 (2)
      • ►  April 2013 (2)
    • ►  2012 (14)
      • ►  September 2012 (2)
      • ►  August 2012 (1)
      • ►  July 2012 (1)
      • ►  June 2012 (1)
      • ►  May 2012 (1)
      • ►  April 2012 (3)
      • ►  March 2012 (1)
      • ►  February 2012 (3)
      • ►  January 2012 (1)
    • ►  2011 (1)
      • ►  June 2011 (1)
    • ►  2010 (6)
      • ►  March 2010 (2)
      • ►  February 2010 (4)
    • ►  2009 (18)
      • ►  December 2009 (4)
      • ►  November 2009 (1)
      • ►  August 2009 (1)
      • ►  July 2009 (2)
      • ►  June 2009 (2)
      • ►  March 2009 (2)
      • ►  February 2009 (2)
      • ►  January 2009 (4)
    • ►  2008 (9)
      • ►  December 2008 (2)
      • ►  November 2008 (7)

    Pages

    • BERANDA
    • KONTAK SAYA
    • PRIVACY POLICY
    • DISCLAIMER
    • DISCLOSURE POLICY

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top