Demi Koran Mingguan

February 29, 2012

Tiga minggu terakhir ini aku mulai suka baca koran mingguan yang berinisial M K yang seharga 2500 perak, kenapa suka baca koran itu ? kenapa ya ?( mikir-mikir dulu), korannya itu beda dari koran-koran lainnya, bukan dari segi fisik karena yang namanya koran dimana-dimana sama kan kertasnya, karena isi nya yang berbeda dari koran lain, mungkin karena ada peran dari komunitas blogger disini, nih koran lengkap banget isinya dari berita politik, ekonomi, sosial, wisata, budaya, sastra, olahraga, pendidikan, sampai rumah, lengkap banget deh hanya dengan Rp 2500 anda bisa mendapatkan semuanya, udah kayak promotion boy belum.. :)

Hari minggu tanggal 26 Februari 2012 aku mau beli koran itu lagi, ku kendarai motor ku lalu membawanya berpetualang mencari koran (syukurnya gak naik elang), ku telusuri jalan pramuka gak ada satu pun sinyal-sinyal orang yang jual koran, lalu aku lewat jalan dharma praja keluar jalan a.yani km 5, menyusuri jalan itu perlahan sambil mata celingukan mencari sasaran.

Biasanya orang-orang yang jualan bensin pinggir jalan ada jual koran itu, entah kenapa hari itu aku gak nemuin satu pun orang yang jualan koran di pinggiran, sampai di lampu merah ku liat ada orang yang menjajakan koran untuk pengguna jalan, karena aku terjebak di tengah kerumunan dan waktu lampunya pun mepet ku urungkan niat untuk beli koran disitu.

Aku masih mencari-cari orang yang jual koran itu di pinggiran tapi sampai aku ke jalan a.yani km 7 hasil yang didapat nihil. Kok susah banget ya nyari koran hari itu, syukur bensin motor masih banyak jadi sekalian jalan-jalan bentar dulu, heee.

Karena yang cuma ada jual koran hanya di lampu merah tadi maka aku berniat untuk membeli disitu, ku putar arah ku melewati pasar ahad, namanya juga pasar ahad pastinya hari minggu sesak dan berjejalnya orang-orang yang kebanyakan hanya cuma mejeng, dengan perjuangan akhirnya aku berhasil melewati kemacetan yang cukup membuat kesal di pagi hari.

Ku pacu motor ku menuju lampu merah itu kembali, dengan perhitungan yang matang aku sampai di lampu merah saat lampu hijau baru berganti ke lampu merah yang artinya aku punya banyak waktu jadi gak usah buru-buru. Sampai di lampu merah entah kenapa mas penjual koran itu langsung menghampiri aku tanpa aku panggil dulu, hebat banget dia bisa tau pikiran aku, “korannya mas ?” tawar dia, “koran M K ada gak ?” tanya ku, “ada nih,” dia mengambilkan koran dari setumpukan korang di tangannya, “berapa ?” tanya ku, “2500 mas,” syukur uangnya pas, ku bayar koran itu dan saat bersamaan bergantilah lampu menjadi hijau, ku bawa motor ku kembali ke markas dengan koran di tangan.

Dan hasilnya aku bisa membaca koran mingguan itu dengan ditemani kue cincin (kue khas banjar).


H2O

You Might Also Like

0 comments