Pages

  • BERANDA
  • DISCLOSURE POLICY
  • DISCLAIMER
  • PRIVACY POLICY
  • KONTAK SAYA
  • Tentang Henry
facebook instagram

HENRY HALIM OKTAKUSUMA

  • Pada hari selasa 24 april 2012 kemarin, semua anak-anak jurusan Administrasi Bisnis termasuk aku mengadakan kunjungan ke kantor IDX yaitu kantor sahan atau bursa efek yang menyediakan pasar saham.

    Rencana awal kami berangkat pukul 09.00 tapi karena ada sebagian yang mengikuti kuliah pagi maka waktu berangkat dimundurkan sehingga kami berangkat pukul 10.00 pagi, sambil menunggu dosen ku menyuruh kami masuk kelas, aku kira sih beliau akan memberikan sedikit pelajaran tentang saham, eh enggak tau nya ngajak kami untuk nonton video lucu, kata beliau sih, “sebagai refreshing”. 1 jam kami disuguhkan video lucu itu yang menurut aku sangat ekstrim untuk ditiru.

    Waktu keberangkatan pun tiba, semua mahasiswi ikut mobil kampus, 3 orang dosen ikut mobil kajur administrasi bisnis, aku ikut motor teman ku, bisa lebih cepat sampainya.

    Sampai di IDX, ku lihat suasananya sunyi, padahal udah jam 10 lewat, kami pun masuk, saat masuk di sebelah kanan ku lihat di layar monitor daftar saham-saham meskipun aku enggak ngerti paling enggak aku tau kalau itu adalah saham.

    Turun dari lantai atas ku lihat pegawai disitu perempuan keturunan tionghoa yang cantik mempersilahkan kami untuk naik ke lantai tiga. Sampai di lantai 3 aku sadar bahwa di kantor ini cuma ada 3 karyawan, 1 mbak tionghoa yang menjadi pemateri kami, 1 lagi mbak yang ada di lantai 2, dan mas OB, terlintas di pikiran ku “apa kerja disini enggak terlalu banyak yang dikerjain ?”

    Penyampaian materi oleh mbak nya bagus banget tapi sayang banyak istilah dalam dunia persahaman yang enggak dijelasin, hasilnya banyak yang enggak ngerti dengan istilah yang disebutkan mbak nya, tapi over all bagus banget penyampaiannya dari yang enggak tau sama sekali saham itu gimana menjadi sedikit tau tentang saham meskipun enggak sehebat mbak nya. Ku akui mbak nya itu hebat banget dalam saham, dia tau segalanya tentang perusahaan yang sudah membukakan sahamnya, friendly banget juga sama kami.

    Disana juga ada wartawan dari salah satu tv swasta Banjarmasin yang meliput kami semua, saat seminar berakhir wartawan itu mewawancarai ketua kampus ku, dan mewawancarai salah seorang teman ku yang tidak tepatnya aku kebetulan berada di belakang dia, jadi deh aku juga ikut masuk liput. Namun aku enggak sempat liat liputan beritanya di tv, padahal pengen banget liat liputannya.

    Ternyata perlu juga untuk memahami tentang sahan dan lainnya bagaimana sistem dan caranya, ada rasa keinginan lagi untuk kembali ke kantor IDX meskipun hanya sekedar kunjungan.

    Kunjungan selanjutnya akan ke Bank Mandiri dan Kalimantan Post, waktunya belum ditentukan sih karena kami harus melaksanakan mid test yang tertunda karena kunjungan itu. Semoga akan dapat lebih banyak ilmu lagi di kunjungan-kunjungan berikutnya.

    H2O
    Continue Reading
    Senin 16 April 2012 yang lalu aku bersama 1 orang teman ku menghadiri undangan Seminar Nasional MPR RI dengan tema Empat Pilar Bernegara dan Berbangsa (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika), acaranya dilaksanakan di A Hotel Banjarmasin.
    Sampai di A Hotel tepat pukul 09.00 yang kami kira udah banyak orang datang kesana, enggak tau nya masih sedikit. Setelah memarkir kendaraan kami bertemu seorang wartawan yang penampilannya bisa dikatakan keren, dia wartawan salah satu media cetak di Banjarmasin.

    Sampailah kami ke lantai 3 A Hotel, sebelum masuk ruangan seminar setiap peserta diharuskan registrasi dulu, karena undangan teman ku yang megang jadi dia duluan yang registrasi lalu baru aku yang registrasi, saat registrasi mbak nya nanya, “undangannya ada berapa mas ?” ku jawab aja, “satu mbak,” ku lihat mbak nya enggak jadi ngambil seminar kit, “berarti seminar kit nya cuma boleh satu,” aku cuma pasrah aja deh padahal agak kecewa juga sih, dengan tangan kosong aku pun masuk ke ruangan seminar,
    masuk ruangan aku langsung disambut dengan musik panting khas Kalimantan Selatan, setelah menemukan tempat duduk yang posisinya enak aku menikmati musik panting yang mengalunkan dengan serunya. Saat itu waktu sudah menunjukkan jam 9 lewat tapi belum ada tanda-tanda dari pemateri berhadir disitu, ini nih kebiasaan yang enggak pernah hilang ngaret banget.

    Selama 1 jam menunggu tiba-tiba hampir semua orang disitu pada berdiri, ku lihat ternyata Pak Gubernur beserta rombongan baru datang, pantesan lama banget nungguin ternyata nungguin pejabat. Jam 10 lewat barulah acara dimulai, sambutannya aja hampir 1 jam, jadi sambutan dan menunggu pejabat datang sebenarnya terlalu makan waktu.

    Jam 11 saatnya coffe break, menunya sih cuma teh, kopi, dan kue, karena orangnya begitu banyak maka untuk mendapatkan secangkir kopi pun harus mengantri tapi enggak sama dengan antri BBM. Hampir 10 menit aku mengantri akhirnya ku dapatkan juga kopi yang sudah ku incar dari tadi, ku bawa secangkir kopi ku menuju meja yang menyajika kue-kue namun sangat disayangkan semua kue yang disediakan habis yang tersisi hanyalah piring-piring kosong yang bungkus kue itu, malang banget nasib ku. Jadilah di coffe break ini aku hanya minum secangkir kopi tanpa susu tanpa kue, ya hanya kopi.

    Selesai coffe break kami semua diminta kembali untuk masuk ke ruangan, di depan sudah ada 3 pemateri dan 1 moderator yang siap menyajikan materi. Pemateri pertama dan kedua kurang menarik untuk didengarkan, sampailah pada pemateri ketiga dan sangat tidak disangka beliau membahas tentang K-Pop, boyband, girlband dan tersirat di dalamnya beliau sedikit menyinggung tentang ke-4L4y-an yang sedang menjadi fenomena dalam kehidupan anak muda sekarang, aku sempat tertawa nyaring mendengar pembahasan beliau.
    Jam 1 siang saat untuk ishoma, aku yang sudah tidak tahan untuk ke toilet mengambil langkah cepat mencari toilet terdekat, sangat lega setelah melakukannya. Namun aku sangat kaget keluar toilet, lagi-lagi ku lihat antrian yang cukup di meja saji makanan, meja sajinya ada dua dan keduanya sama panjang antriannya, karena aku lagi malas untuk berdesak maka aku memutuskan untuk menunggu sampai antrian sedikit mereda.

    Sisa antrian tinggal 5 orang aku pun menghampiri meja saji itu, sampai di meja saji ku cari piring tak ku temukan, lalu ku pindah ke meja saji sebelah ternyata sama juga piringnya sudah habis, terpaksa deh nunggu dulu, 3 menit kemudian datanglah pramusaji membawa piring, secepat kilat ku ambil piring itu, saat ingin mengambil nasi tak ku sangka dan ku duga nasinya pun juga habis tak bersisa sedikit pun, pada kelaparan kali ya orang-orang ini. Ku tunggu lagi sampai pramusaji membawa nasi yang masih panas, langsung saja ku ambil nasi itu, saat ingin mengambil lauk yang disediakan lagi-lagi aku tak melihat sedikit pun sisa dari lauk itu, ku dengar seseorang bertanya pada pramusaji, “mas ini ikan nya mana ?” mas pramusaji bilang sambil mengambil piring kotor, “maaf bu udah habis,” mendengar itu aku pun pasrah makan tanpa lauk, ku lihat meja di sebelah masih ada sayur cap cay, ku ambil sayur itu cukup banyak dan segera mungkin mencari tempat duduk karena perut ku sudah sangat lapar.
    Selesai makan aku kembali masuk ke ruangan, karena masih waktu istirahat ku nyalakan laptop ku dengan memanfaatkan sinyal wifi yang tersedia aku pun surfing di internet, lumayan lah untuk mengusir kebosanan.

    15 menit kemudian acara kembali dilanjutkan tapi sesi kali ini cukup membuatku bosan mendengarkan sajian materi yang disampai, karena apa yang disampaikan hampir sama dengan apa yang diajarkan di buku pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan).
    Dari semua peserta yang bertanya, pertanyaan mereka hampir sama yaitu “apa langkah selanjutnya yang dilakukan pemerintah setelah acara seminar ini ?” mereka menginginkan acara seminar ini bukan sekedar menghabiskan uang anggaran tapi ada manfaat yang didapat masyarakat.

    Setelah jawaban demi jawaban dijawab oleh pemateri sampailah ke akhir acara yang saat itu berakhir sekitar pukul 4 sore. Selesai acara kami kembali disuguhkan coffe break, tapi kali ini antriannya enggak banyak mungkin orang-orang lebih memilih untuk segera pulang, ku ambil secangkir teh panas yang tersaji. Selesai menikmati teh panas ku, aku dan teman ku memutuskan untuk pulang, sebelum pulang kami kembali melakukan registrasi tapi kami mendapatkan uang ganti transportai dan mendapatkan tas yang bertuliskan MPR RI di bagian depannya, bagus juga tasnya lumayan lah dapat gratis. ;)

    Hikmah yang didapat dari acara itu adalah antri lah dengan cepat sebelum makanan itu habis tak bersisa, pejabat itu lebih parah dari anak sekolahan karena telatnya hampir 1 jam lebih, kalau ada undangan seminar dari badan-badan pemerintahan hadirilah karena ada yang bisa kalian dapat mungkin berupa tas atau semacamnya, lalu harusnya disetiap acara seminar yang dilaksanakan di Banjarmasin adakanlah musik panting sebagai penyambutan.

    Menurut aku acara seminar ini tidak terlalu penting untuk dilaksanakan secara nasional, karena hampir semua yang disampaikan sama persis dengan yang ada di buku pelajaran PKN, seharusnya praktek di lapangan yang diperlukan rakyat bukan hanya sekedar sosialisasi. Satu pertanyaan untuk kita semua, apakah kita sudah melaksanakan empat pilar bernegara dan berbangsa itu ??


    H2O
    Continue Reading
    Belakangan ini aku sering teringat saat-saat persiapan ku mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) 3 tahun yang lalu tepatnya di bulan mei tahun 2009. Semua persiapan dilakukan, mulai dari jasmani dan rohani, baik itu belajar siang malam, sholat sunat semakin sering, sampai mengadakan sholat hajat bersama di lapangan sekolah yang bertujuan agar hajat (keinginan) untuk lulus UAN tercapai.

    Sholat hajat bersama itu dilakukan malam sebelum hari pertama UAN, yang pada saat itu hanya dilaksanakan oleh semua anak kelas 3 jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) termasuk aku sendiri. Sekitar jam 5 sore kami semua sudah berkumpul di sekolah menyiapkan peralatan yang akan digunakan.

    Setelah jam 6 kami serentak menggelar sajadah kami masing-masing di tengah lapangan, radio pun mulai dinyalakan untuk mengetahui kumandang adzan. Langit pun mulai meredup seiring bersembunyinya matahari jingga, kicau burung di sore hari pun pelan-pelan mulai menghilang yang terdengar hanyalah suara ngaji dari radio yang dinyalakan.

    Kumandang adzan magrib terdengar saat langit sudah berubah menjadi biru tua hampir gelap, kami yang sebelumnya sudah mengambil wudhu bersiap untuk melaksanakan sholat magrib yang dipimpin seorang ulama yang juga menjadi penceramah di hari itu.
    Selesai sholat magrib dan sholat sunat-nya kami semua melanjutkan untuk segera melakukan sholat hajat dengan bimbingan sang ulama terlebih dahulu, waktu itu sudah menunjukkan jam 7 lewat, keadaan sekolah sudah mulai hening senyap hanya ada kami di tengah lapangan.

    Setelah melaksanakan sholat hajat sambil menunggu masuk waktu isya kami diberi ceramah agama oleh ulama itu, keadaan saat itu sudah mulai gelap gulita hanya ada pencahayaan dari lampu di teras kantor yang ada di depan kami, semua kelas gelap tak ada lampu satu pun. Ku lihat dari kejauhan seorang penjaga sekolah sedang duduk di depan pagar sekolah sendirian.

    Kami semua hanya diam seksama mendengar ceramah, namun tidak dengan ku. Mulut ku
    memang diam tapi mata ku tak bisa diam, mata berjalan kemana-mana menelusuri setiap sudut sekolah yang bisa ku lihat. Hawa dingin yang bagi ku asing mulai datang, padahal saat itu hari tidak sedang mendung sangat mustahil jika ada angin dingin menerpa kami.

    Mata ku tertuju pada kelas ku yang gelap yang berada di pojok sekolah, di samping kelas ku ada jalan kecil yang menuju wc. Di sore hari saja sudah cukup mengerikan jika lewat situ apalagi malam hari. Mata ku terus menatap ke arah sana mematung tak bergerak sedikit pun, entah apa yang ingin ku cari tau dari tempat itu yang pasti ada sedikit keganjilan dari tempat itu, aku bisa merasakan ada sesuatu dari tempat namun aku tidak bisa melihat apa itu karena aku hanya melihat kegelapan di tempat itu.

    Aku dikagetkan oleh teman ku yang mencoba untuk berbicara dengan ku, hal itu membuat buyar apa yang aku lihat. Selesai menjawab setiap pembicaraan teman ku dan penceramah yang masih berbicara, mata ku kembali berkelana kali ini mata ku kembali tertuju pada jalan kecil menuju wc di belakang itu, tapi seolah mengikuti sesuatu mata ku bergerak mengikuti jalan dari wc itu melewati lorong-lorong kelas yang gelap dan menuju ke lapangan tempat kami sekarang.

    Apa yang ku lihat kembali buyar saat teman di sebelah kanan ku mengajak ku berbicara, ku tanggapi pembicaraannya sambil ku mendengarkan ceramah yang ada di depan ku. Tapi mataku tidak ke teman ku juga tidak ke penceramah, namun mata ku tertuju pada kantin di sebelah kantor, di depan adalah kantor kepala sekolah tepat di sebelah kantor kepala sekolah ada dua kantin yang pada malam sangat gelap karena tidak ada lampu, lampu di teras kantor pun tidak mampu memberikan sinar yang cukup.

    Mata ku terpaku pada kantin itu, aku bisa merasakan ada seseorang atau mungkin tepatnya sosok yang tidak bisa ku lihat sedang berdiri di depan kantin itu. Saat sedang terpaku pada kantin itu tanpa berkedip aku tersadar saat ku dengar kumandang adzan yang cukup nyaring dan juga suara gaduh dari teman-teman ku yang mulai berdiri untuk bersiap melaksanakan sholat isya.

    Sholat isya pun sudah kami laksanakan saatnya makan bersama, salah seorang guru kami sudah memesan nasi bungkus untuk kami semua, “supaya ada rasa kekeluargaannya,” kata seorang guru yang hadir saat itu.

    Tanpa pikir panjang kami semua menyantap makanan itu yang kebetulan aku belum makan dari siang. Saat makan aku duduk di lantai teras kantor menghadap ke arah kelas yang di seberang kantor tepatnya kelas UJP (Usaha Jasa Pariwisata) yang gelap tanpa penerangan yang cukup. Lagi-lagi aku merasakan hal yang aneh disana aku merasa ada seseorang yang sedang melihat apa yang kami lakukan, hal itu membuat makan ku menjadi lambat.

    Makanan yang tersedia sudah kami lahap dengan tak bersisa sedikit pun hanya tertinggal bungkusnya saja yang sudah menggunung di tempat sampah, “ayo kita ngumpul sebentar dan berdoa bersama agar kita bisa lulus,” teriak salah seorang teman ku yang bertubuh jangkung. Kami pun mengiyakan ajakannya, kami berkumpul membentuk lingkaran tepat di tengah lapangan dan kami mulai berdoa dinaungi langit malam yang gelap. Saat kami berdoa ada salah seorang teman cewek ku yang tidak ikut dalam lingkaran memotret kami dengan kamera hp nya, dia berada tepat di belakang ku untuk mengambil gambar.

    Malam itu pun berakhir sekitar jam 9 malam, karena rumah ku dekat jadi ku memilih untuk jalan kaki saja walaupun saat jalan pulang aku sempat merinding saat melewati pohon besar di persimpangan menuju jalan rumah ku.

    ***
    Keesokan harinya, hari pertama UAN aku datang lebih awal dari biasanya, dan aku datang bersama teman ku. Kami berdua duduk di dekat taman sambil membaca kembali soal yang diperkirakan keluar nantinya.

    Aku masih ingat saat itu jam setengah 8, teman ku yang malam tadi memotret kami datang dan dia langsung heboh memanggil kami semua, merasa heran aku pun menghampiri dia dan melihat apa yang dia hebohkan. Ternyata foto kami malam tadi menyimpan keganjilan.

    “Tadi pagi setelah aku cek lagi foto ini aku nemuin ini,” katanya sambil menunjuk bagian sisi kanan foto. Aku yang awalnya tidak melihat apa yang aneh meminta dia untuk zoom foto itu, dan bisa kulihat apa yang aneh, ternyata di foto itu tepat di depan kelas UJP berdirilah dua sosok bayangan perempuan dengan rambut panjang dan matanya yang hitam berbaju putih yang bagian bawahnya melayang, sosok pertama sebelah kiri seperti membawa bayi dan sosok kedua yang ada disebelah kanan berdiri namun bentuknya kurang jelas. Sangat jelas terlihat sosok pembawa bayi itu melihat ke arah kami yang sedang berdiri di tengah lapangan tatapannya tajam.

    “Kita kan malam tadi enggak gangguin mereka,” kata ku sambil tetap menatap foto di hp itu.

    “Namanya juga sekolah pastilah ada yang penunggunya,” jawab temanku.

    Apa yang kurasakan malam sebelumnya ku ceritakan pada teman ku yang bisa melihat makhluk astral, ternyata itu dibenarkan oleh teman ku itu dan menceritakan apa yang dia lihat.

    Dia bercerita bahwa sosok perempuan yang ada di foto itu awalnya ada di jalan kecil menuju wc, “dia berdiri di depan jalan itu,” kata teman ku, yang ku benarkan karena aku juga merasakan yang sama. Teman ku kembali menjelaskan, “lalu dia berjalan melalui lorong kelas menuju lapangan dan berhenti di depan kantin sebelah kantor kepala sekolah, disana dia cukup lama memandangi kita yang sedang duduk, makanya aku enggak begitu berani lama-lama melihat ke arah itu.” Aku hanya diam mendengarkan ceritanya, dia terus bercerita apa yang dia lihat, “saat kita makan malam tadi sebenarnya dia sudah ada di depan kelas UJP itu melihat kita sampai kita berdiri di tengah lapangan membentuk lingkaran.”

    “Dan akhirnya dia tertangkap oleh kamera hp ?” tanya ku, dan teman ku hanya meangguk.

    ***
    Selesai ujian hari pertama aku bertemu dengan ibu penjaga perpustakaan di sekolah ku, ku ajak ngobrol beliau dan ku ceritakan apa yang terjadi malam sebelumnya, “kalian kan malam tadi makan-makan, harusnya kalian nawarin mereka juga, walau bagaimana pun mereka juga bisa melihat apa yang kalian lakukan, mereka juga makhluk yang juga bisa makan,” jelas ibu itu.

    Aku baru menyadari hal itu, sudah banyak orang yang mengatakan hal yang sama kepada ku, “iya ya bu harusnya ngasih mereka juga, tapi malam tadi makanannya pas bu jadi enggak ada sisa.”

    “Diberi sedikit aja mereka udah senang,” jawab ibu penjaga perpustakaan.

    Ada benarnya mungkin hal itu yang membuat mereka menampakkan diri melalui foto, karena aku yang baru pertama kali melihat penampakan langsung walaupun melalui kamera cukup takjud melihat wujud mereka itu. Sampai-sampai foto itu ku minta dan ku simpan ke komputer ku, kadang-kadang aku terus memperhatikan penampakan itu yang wajahnya tidak begitu menyeramkan sebenarnya mungkin terlihat dia ingin dikasihani atau ingin meminta. Dari situ aku tahu bahwa penampakan makhluk astral hanya berbentuk bayangan putih kebiru-biruan namun sangat jelas.

    Hal itu juga memberikan pelajaran untuk ku bahwa di dunia ini kita tidak tinggal sendiri ada makhluk lain yang juga tinggal di dunia yang fana, kita hanya dipisahkan tirai tipis dengan kehidupan mereka, mereka juga sama dengan kita, mereka bisa senang, bisa sedih, bahkan bisa marah, sama halnya dengan kita, jadi kita juga harus menyadari hal itu tapi jangan sampai kita diperbudak oleh mereka.

    Namun sayangnya foto itu adanya di komputer ku dan komputer ku sekarang masih rusak jadi gak bisa ngambil filenya, semoga nanti aku bisa mengambil foto itu dan akan menjadi dokumentasi yang menarik.


    H2O
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    HENRY HALIM




    Terlahir 26 tahun lalu.

    Di Kota Seribu Sungai.

    Pemikiran dalam bentuk tulisan.

    Penggemar kopi, meski tak kuat dengan espresso.

    -H2O-

    Blog Archive

    • ►  2019 (3)
      • ►  April 2019 (1)
      • ►  March 2019 (1)
      • ►  January 2019 (1)
    • ►  2018 (4)
      • ►  October 2018 (1)
      • ►  August 2018 (1)
      • ►  February 2018 (2)
    • ►  2017 (3)
      • ►  October 2017 (1)
      • ►  August 2017 (1)
      • ►  February 2017 (1)
    • ►  2016 (6)
      • ►  October 2016 (2)
      • ►  September 2016 (1)
      • ►  August 2016 (1)
      • ►  May 2016 (1)
      • ►  March 2016 (1)
    • ►  2015 (8)
      • ►  November 2015 (1)
      • ►  October 2015 (2)
      • ►  September 2015 (1)
      • ►  April 2015 (3)
      • ►  March 2015 (1)
    • ►  2014 (5)
      • ►  December 2014 (1)
      • ►  October 2014 (1)
      • ►  June 2014 (1)
      • ►  April 2014 (1)
      • ►  January 2014 (1)
    • ►  2013 (6)
      • ►  October 2013 (2)
      • ►  August 2013 (2)
      • ►  April 2013 (2)
    • ▼  2012 (14)
      • ►  September 2012 (2)
      • ►  August 2012 (1)
      • ►  July 2012 (1)
      • ►  June 2012 (1)
      • ►  May 2012 (1)
      • ▼  April 2012 (3)
        • KUNJUNGAN KE IDX (BURSA EFEK INDONESIA)
        • SEMINAR EMPAT PILAR
        • BERBAGILAH DENGAN HANTU
      • ►  March 2012 (1)
      • ►  February 2012 (3)
      • ►  January 2012 (1)
    • ►  2011 (1)
      • ►  June 2011 (1)
    • ►  2010 (6)
      • ►  March 2010 (2)
      • ►  February 2010 (4)
    • ►  2009 (18)
      • ►  December 2009 (4)
      • ►  November 2009 (1)
      • ►  August 2009 (1)
      • ►  July 2009 (2)
      • ►  June 2009 (2)
      • ►  March 2009 (2)
      • ►  February 2009 (2)
      • ►  January 2009 (4)
    • ►  2008 (9)
      • ►  December 2008 (2)
      • ►  November 2008 (7)

    Pages

    • BERANDA
    • KONTAK SAYA
    • PRIVACY POLICY
    • DISCLAIMER
    • DISCLOSURE POLICY

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top