JAMBI DAN BANJARMASIN

February 05, 2018

 

Indonesia mempunyai banyak macam budaya, suku, bahasa, kebiasaan yang berbeda di setiap daerah, pulau, dan propinsi. Begitu juga dengan Jambi dan Banjarmasin. Jambi berada di Sumatera, dan Banjarmasin berada di selatan Kalimantan. Lalu kenapa membahas Jambi dan Banjarmasin? Di akhir tulisan nanti akan dijelaskan alasannya.


Terlepas dari itu, kali ini yang ingin dibahas adalah perbedaan yang sangat terasa jika kalian berkunjung ke Jambi dan Banjarmasin. Karena beda pulau, beda budaya, beda bahasa, dan beda kebiasaan, tentu ragam yang didapat juga banyak. Jadi ini beberapa perbedaan yang terdapat di Jambi dan Banjarmasin. Let’s Read!




1.    Huruf ‘O’

Kenapa yang pertama dibahas huruf ‘O’? Ya, karena kalau kalian saat pertama kali sampai di kota atau daerah yang berbeda dengan asal kalian, yang didengar pasti bahasa dari orang sekitar.

Karena Jambi termasuk daerah sumatera, logat melayu masih sangat kental dan juga dipengaruhi bahasa dari Padang yang tentunya banyak menggungkan huru ‘O’. Misalnya seperti, “siapo”, “apo”, “kemano”, ya semisalnya lah yang biasanya di akhir kata menggunakan huruf ‘O’.

Sebaliknya, di Banjarmasin lumayan sangat jarang menemui huruf ‘O’ sempurna diucapkan. Entah kenapa lidah orang Banjar itu sering memecah huruf ‘O’ menjadi huruf ‘U’. Misalnya seperti, “motor” menjadi “mutur”, “kantor pos” menjadi “kantur pus”, dan lainnya yang menggunakan huruf ‘O’ biasanya diganti menjadi huruf ‘U’.

Perbedaan yang signifikan memang. Tapi itulah ragam perbedaan Indonesia. Bahasa yang sangat kaya dimiliki orang-orang Indonesia.

2.    Mall

Dimana pun itu, mall memang menjadi pusat nongkrong atau hang out orang Indonesia, dari yang muda seperti anak sekolah sampai orang tua yang lanjut usia. Ada yang sekedar ‘cuci mata’, belanja, menonton, main di arena permainan, minum kopi, atau bahkan kencan.

Ada beberapa perbedaan yang didapat antar mall di Jambi dan di Banjarmasin, ini dia:

-    Jumlah Mall

Di Jambi mall ada tiga, sisanya ada beberapa swalayan dan plaza yang cukup besar juga. Bahkan menurut saya mall di Jambi itu isinya bisa dibilang lengkap.

Sedangkan di Banjarmasin hanya memiliki satu mall saja, tapi besarnya mengalahkan tiga mall di Jambi. Meskipun besar, mall di Banjarmasin masih kurang lengkap isinya jika dibandingkan dengan mall yang ada di Jambi. Mungkin tujuan adanya mall di Jambi untuk memenuhi keperluan rumah tangga masyarakatnya selain juga tempat nongkrong, dibandingkan dengan di Banjarmasin mall hanya untuk tempat nongkrong dan tempat pamer.

-    Parkir

Kalau untuk tempat parkir, mall di Banjarmasin lebih luas meskipun selalu antri jika pulang setelah menonton. Sedangkan parkir mall di Jambi cukup sulit karena lahan parkir yang sempit tidak sesuai dengan pengunjung mall yang banyak.

Tapi mall di Jambi untuk biaya parkir sangat murah, dari Rp 2.000,- s/d Rp 8.000,- untuk mobil. Dibandingkan dengan di Banjarmasin untuk sepeda motor saja bisa sampai Rp 10.000,- mahal memang.

-    Toilet

Toilet di mall Jambi itu gratis. Mau di mall yang manapun toilet tetap gratis. Ya, tapi ada juga sih toilet yang tidak bersih. Tapi jika dibandingkan dengan toilet di mall Banjarmasin yang sebelum masuk harus bayar Rp 2.000,- terlebih dahulu. Bayangkan betapa untungnya pihak mall dari pembayaran toilet dan parkir saja.

-    Bioskop

Di Jambi memiliki dua bioskop yang berbeda nama, meskipun minat menonton masyarakat Jambi belum setinggi di Banjarmasin. Sedangkan Banjarmasin hanya memiliki satu bioskop saja, iya cuma satu. Dengan minat menonton yang sangat sangat tinggi.

Bahkan jika ada film yang bagus antriannya bisa sampai keluar pintu bioskop. Dibandingkan dengan di Jambi, meskipun film bagus yang tayang antriannya tidak pernah panjang sampai ke pintu masuk.

-    Ujian Mata

Memang sudah menjadi hal wajar (meskipun tidak wajar) banyak pengunjung perempuan yang memakai pakaian minim. Tapi jika kalian main ke mall yang ada di Jambi, mata kalian akan diuji dengan pegawai mall yang menggunakan rok mini, entah apa alasannya. Yang menurut saya tidak etis memakai pakaian mini tersebut apalagi sebagai pegawai mall.

Masih cukup bagus penampilan pegawai mall di Banjarmasin, ya meskipun juga memakai rok tapi masih tertutup. Meskipun seharusnya bisa memakai rok yang lebih panjang.


3.    Makanan

Karena Jambi masuk daerah Sumatera dan dekat dengan Padang juga Palembang, maka makanan pun lebih didominasi dengan rasa pedas, masakan daging berupa rendang, menggunakan banyak santan, dan selalu menggunakan cabe. Sedangkan di Banjarmasin, makanan lebih didominasi rasa manis, biasanya menggunakan cabe merah atau cabe kering yang tidak pedas.

Saya pernah memakan Soto Lamongan di Jambi, yang isinya berbeda dengan Soto Lamongan yang ada di Banjarmasin.


4.    Harga

Jika dibandingkan dengan Banjarmasin, harga-harga di Jambi jauh lebih murah. Misalnya burger yang cukup besar dengan isian lengkap tanpa keju bisa dibeli dengan harga Rp 10.000,- saja, jika di Banjarmasin mungkin sekitar Rp 15.000,- Belum lagi bakso dan mie ayam yang kisaran harga dari Rp 8.000,- s/d Rp 12.000,- dengan rasa yang sangat enak. Ada juga pempek dengan jenis kapal selam di Jambi hanya seharga Rp 4.000,- saja dibandingkan dengan di Banjarmasin bisa sampai Rp 12.000,- s/d Rp 14.000,-

Bagi kalian yang suka menonton, harga tiket di Jambi bisa dibilang cukup bersahabat karena harga tiket di dua bioskop sama yaitu Rp 35.000,- s/d Rp 50.000,- tapi jika menonton di Banjarmasin yang harganya cukup mencekik (tapi tetap nonton juga) yaitu seharga Rp 45.000,- s/d Rp 60.000,- Memang cukup jauh perbedaan harganya, mungkin karena Jambi sedikit lebih dekat dengan Pulau Jawa sehingga harga lebih murah.


5.    Tempat Rekreasi

-    Sungai

Jambi dan Banjarmasin sama-sama memiliki Sungai yang besar, Jambi memiliki Sungai Batanghari dan Banjarmasin memiliki Sungai Martapura dan Sungai Barito.

Yang membedakannya ada di sekitaran sungai tersebut. Banjarmasin punya siring di pinggiran Sungai Martapura yang bisa dijadikan tempat nongkrong di sore hari yang mana juga digunakan untuk kawasan car free day setiap weekend, juga di beberapa spot digunakan untuk Pasar Terapung.

Dengan Menara Pandang, Tugu 0 Km, dan Patung Bekantan yang besar menjadi maskot andalan sebagai objek wisata yang sekarang menarik wisatawan lokal maupun asing menikmati bantaran Sungai Martapura di pagi maupun sore hari.

Berbeda dengan di Banjarmasin, Jambi memiliki Sungai Batanghari yang membelah Kota Jambi dengan Kota Jambi Seberang. Di Sungai Batanghari tersebut dibangun jembatan penghubung yang disebut Jembatan Pedestrian dengan ujungnya yang berdiri Menara Gentala Arasy. Sangat asyik memang menikmati sore sambil berjalan di jembatan tersebut. Karena memang jembatannya hanya untuk pejalan kaki saja.






Lelah menapaki jembatan dan berkeliling di Menara Gentala Arasy, kalian bisa menikmati jajasan khas kaki lima di pinggiran (siring) Sungai Batanghari. Jajanan yang banyak dijual di sana ada Sate Padang, Jagung Bakar, Mie Ayam dan minumanya berupa Es Tebu.

-    Kebun Binatang

Selain itu Jambi memiliki kebun binatang yang besar, bernama Taman Rimba Jambi, mungkin sangat jauh dengan kebun binatang yang ada di Banjarmasin. Bahkan saat hari libur besar seperti Hari Raya Idul Fitri dan Tahun Baru sangat banyak pengunjung datang ke Taman Rimba.

Macan yang sedang mengukur keliling kandangnya

Juga banyak macam flora

Beginilah bro kalau jomblo, galau terus bawaannya

Iya tau nge-blur, tapi tempatnya memang enak sekali untuk bersantai

Gajahnya lagi berantem, makan jauh-jauhan

Juga ada tempat bermain untuk anak-anak


Tempat yang rindang sejuk sambil mengedukasi anak dengan nama dan kebiasaan hewan yang ada di dalamnya menjadi wisata yang asyik bagi masyarakat sekitar. Semoga di Banjarmasin bisa memiliki kebun binatang yang bagus juga.

-    Taman

Di Jambi memiliki beberapa taman yang bisa digunakan untuk sekedar nongkrong, jogging, atau berkeliling santai bersama teman dan keluarga. Ada Taman Rimba, Taman Remaja, Tugu Juang, Taman Rumah Adat, Jambi Paradise.

Untuk Jambi Paradise sendiri merupakan tempat wisata baru yang hadir di Jambi, Jambi Paradise (Jampar) salah satu tempat bermain dan rekreasi yang lengkap dan luas. Kalian bisa bersepeda ria, memasuki labirin, flying fox, atau bermain dan berfoto di sekitaran danau.







Selain itu ada juga Kampung Raja, ya mirip Dufan gitu lah (padahal belum pernah ke Dufan), di situ kalian bisa bermain outbound, berkeliling dengan mobil kecil, berenang, bermain bebek kayuh, dan permainan lainnya. Jika bersama keluarga, kalian bisa menggelar tikar untuk makan bersama di bawah rindangnya pepohonan taman.

Dibandingkan dengan di Banjarmasin, sangat sedikit taman yang bisa dijadikan tempat wisata. Hanya ada Taman Siring, Taman Kamboja, Taman Maskot, yang mana taman tersebut tergolong kecil untuk dijadikan tempat wisata. Jikapun ada yang besar, berada di Banjarbaru dengan Taman Van der Pilj nya.

Kapan ya Banjarmasin punya taman hijau yang rindang untuk melepas penat dan menikmati udara sejuk?


6.    Jalan

Soal jalan raya, Banjarmasin memiliki jalan utama yang lebih besar yang membentang dari Banjarmasin sampai ke ujung Kal-Sel. Namun, karena memiliki satu jalan utama menjadi kelemahan saat di waktu padat, tentu jalanan menjadi macet.

Jambi meskipun memiliki jalan yang tidak besar, hanya ada dua lajur di setiap jalurnya, tapi banyaknya pilihan jalan menjadikan jalanan Jambi tidak sampai macet panjang. Jambi memiliki banyak persimpangan jalan yang bisa memecah pejalan untuk melewati jalan mana untuk menuju satu tujuan yang sama.


7.    Perilaku Pengendara

Sekacau-kacaunya jalanan di Banjarmasin, menurut saya masih lebih tidak habis pikir melihat perilaku pengendara di Jambi.

Se-absurd-nya pngendara di Banjarmasin masih memakai helm di jalan besar, masih mematuhi lampu lalu lintas.

Tapi itu tidak berlaku bagi sebagian pengendara di Jambi, mereka tidak memakai helm, lampu merah di terobos, bahkan ada yang tidak memakai nomor polisi. Gokil nggak tuh.

Di Jambi, klakson sangat murah, bagi kalian jangan sampai kaget kalau ada kesempatan main ke Jambi karena sedikit-sedikit dikagetkan dengan klakson meskipun berada di jalan yang benar apalagi di jalan yang salah.





Tulisan ini bukan untuk membandingkan mana yang lebih baik antara Banjarmasin atau Jambi, tentu masing-masingnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti Banjarmasin yang lebih unggul soal keagamaannya. Tapi ada juga kesamaan antara Jambi dan Banjarmasin, yaitu di Jambi juga banyak orang Banjar, bahkan di daerah Tungkal ada terdapat kampung Banjar.

Selain itu tulisan ini menggambarkan bagaimana belum ratanya pembangunan di Indonesia, ada kota yang cepat pembangunan dan kemajuannya, ada lambat pembangunannya.

Menjawab pertanyaan di awal tadi kenapa membahas Jambi dan Banjarmasin? Karena di Jambi-lah RESOLUSI tahun kemarin terwujud. Resolusi yang berupa mengucapkan ijab qabul yang sangat sakral untuk mengikat wanita yang saya cintai.

Jambi dan Banjarmasin dua buah kota yang sangat jauh beribu kilometer,  berbeda pulau, berbeda waktu, berbeda budaya, berbeda bahasa, berbeda suku, berbeda kebiasaan, tapi di tangan Allah, semua menjadi bukan penghalang untuk betemunya jodoh. Menjemput jodoh di Jambi menjadi takdir saya untuk membentuk rumah tangga bersamanya.

Dan di tahun 2018, bukan perayaan meniup terompet, menembak kembang api hingga mengganggu saudara seiman, tapi meraih resolusi menjadi bentuk syukur atas dipertemukannya kami sebagai jodoh. Mulai tahun ini kami menjalani hidup berdua, dan akan selalu berdua.

Sebagai penutup, silakan juga kunjungi Website Karya Anak Banua dari Komunitas Blogger Banjarmasin yang sangat terkenal (berlebihan memang), untuk menambah referensi bacaan kalian.


Iqra’, Bacalah.





-H2O-



Tulisan ini juga diikutkan dalam:




 

You Might Also Like

2 comments

  1. Mantap ini. Tulisannya sudah mirip sama travel blogger zaman now hehehe..
    Mungkin yang sedikit kurang nyaman dibaca tu di bagian awal cerita.


    Ada kata "memang" yang beberapa kali diulang dan jaraknya kurang jauh. Jadi terasa janggal aja dibacanya.

    Semoga tetap konsisten ngeblognya, Hen! Ditunggu karya lainnya

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sudah dikoreksi dan sarannya. Di tulisan selanjutnya akan lebih diperbaiki. :D

    Selalu diusahakan untuk tetap konsisten ngeblognya, hehe.

    ReplyDelete