SEMINAR EMPAT PILAR

April 29, 2012

Senin 16 April 2012 yang lalu aku bersama 1 orang teman ku menghadiri undangan Seminar Nasional MPR RI dengan tema Empat Pilar Bernegara dan Berbangsa (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika), acaranya dilaksanakan di A Hotel Banjarmasin.
Sampai di A Hotel tepat pukul 09.00 yang kami kira udah banyak orang datang kesana, enggak tau nya masih sedikit. Setelah memarkir kendaraan kami bertemu seorang wartawan yang penampilannya bisa dikatakan keren, dia wartawan salah satu media cetak di Banjarmasin.

Sampailah kami ke lantai 3 A Hotel, sebelum masuk ruangan seminar setiap peserta diharuskan registrasi dulu, karena undangan teman ku yang megang jadi dia duluan yang registrasi lalu baru aku yang registrasi, saat registrasi mbak nya nanya, “undangannya ada berapa mas ?” ku jawab aja, “satu mbak,” ku lihat mbak nya enggak jadi ngambil seminar kit, “berarti seminar kit nya cuma boleh satu,” aku cuma pasrah aja deh padahal agak kecewa juga sih, dengan tangan kosong aku pun masuk ke ruangan seminar,
masuk ruangan aku langsung disambut dengan musik panting khas Kalimantan Selatan, setelah menemukan tempat duduk yang posisinya enak aku menikmati musik panting yang mengalunkan dengan serunya. Saat itu waktu sudah menunjukkan jam 9 lewat tapi belum ada tanda-tanda dari pemateri berhadir disitu, ini nih kebiasaan yang enggak pernah hilang ngaret banget.

Selama 1 jam menunggu tiba-tiba hampir semua orang disitu pada berdiri, ku lihat ternyata Pak Gubernur beserta rombongan baru datang, pantesan lama banget nungguin ternyata nungguin pejabat. Jam 10 lewat barulah acara dimulai, sambutannya aja hampir 1 jam, jadi sambutan dan menunggu pejabat datang sebenarnya terlalu makan waktu.

Jam 11 saatnya coffe break, menunya sih cuma teh, kopi, dan kue, karena orangnya begitu banyak maka untuk mendapatkan secangkir kopi pun harus mengantri tapi enggak sama dengan antri BBM. Hampir 10 menit aku mengantri akhirnya ku dapatkan juga kopi yang sudah ku incar dari tadi, ku bawa secangkir kopi ku menuju meja yang menyajika kue-kue namun sangat disayangkan semua kue yang disediakan habis yang tersisi hanyalah piring-piring kosong yang bungkus kue itu, malang banget nasib ku. Jadilah di coffe break ini aku hanya minum secangkir kopi tanpa susu tanpa kue, ya hanya kopi.

Selesai coffe break kami semua diminta kembali untuk masuk ke ruangan, di depan sudah ada 3 pemateri dan 1 moderator yang siap menyajikan materi. Pemateri pertama dan kedua kurang menarik untuk didengarkan, sampailah pada pemateri ketiga dan sangat tidak disangka beliau membahas tentang K-Pop, boyband, girlband dan tersirat di dalamnya beliau sedikit menyinggung tentang ke-4L4y-an yang sedang menjadi fenomena dalam kehidupan anak muda sekarang, aku sempat tertawa nyaring mendengar pembahasan beliau.
Jam 1 siang saat untuk ishoma, aku yang sudah tidak tahan untuk ke toilet mengambil langkah cepat mencari toilet terdekat, sangat lega setelah melakukannya. Namun aku sangat kaget keluar toilet, lagi-lagi ku lihat antrian yang cukup di meja saji makanan, meja sajinya ada dua dan keduanya sama panjang antriannya, karena aku lagi malas untuk berdesak maka aku memutuskan untuk menunggu sampai antrian sedikit mereda.

Sisa antrian tinggal 5 orang aku pun menghampiri meja saji itu, sampai di meja saji ku cari piring tak ku temukan, lalu ku pindah ke meja saji sebelah ternyata sama juga piringnya sudah habis, terpaksa deh nunggu dulu, 3 menit kemudian datanglah pramusaji membawa piring, secepat kilat ku ambil piring itu, saat ingin mengambil nasi tak ku sangka dan ku duga nasinya pun juga habis tak bersisa sedikit pun, pada kelaparan kali ya orang-orang ini. Ku tunggu lagi sampai pramusaji membawa nasi yang masih panas, langsung saja ku ambil nasi itu, saat ingin mengambil lauk yang disediakan lagi-lagi aku tak melihat sedikit pun sisa dari lauk itu, ku dengar seseorang bertanya pada pramusaji, “mas ini ikan nya mana ?” mas pramusaji bilang sambil mengambil piring kotor, “maaf bu udah habis,” mendengar itu aku pun pasrah makan tanpa lauk, ku lihat meja di sebelah masih ada sayur cap cay, ku ambil sayur itu cukup banyak dan segera mungkin mencari tempat duduk karena perut ku sudah sangat lapar.
Selesai makan aku kembali masuk ke ruangan, karena masih waktu istirahat ku nyalakan laptop ku dengan memanfaatkan sinyal wifi yang tersedia aku pun surfing di internet, lumayan lah untuk mengusir kebosanan.

15 menit kemudian acara kembali dilanjutkan tapi sesi kali ini cukup membuatku bosan mendengarkan sajian materi yang disampai, karena apa yang disampaikan hampir sama dengan apa yang diajarkan di buku pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan).
Dari semua peserta yang bertanya, pertanyaan mereka hampir sama yaitu “apa langkah selanjutnya yang dilakukan pemerintah setelah acara seminar ini ?” mereka menginginkan acara seminar ini bukan sekedar menghabiskan uang anggaran tapi ada manfaat yang didapat masyarakat.

Setelah jawaban demi jawaban dijawab oleh pemateri sampailah ke akhir acara yang saat itu berakhir sekitar pukul 4 sore. Selesai acara kami kembali disuguhkan coffe break, tapi kali ini antriannya enggak banyak mungkin orang-orang lebih memilih untuk segera pulang, ku ambil secangkir teh panas yang tersaji. Selesai menikmati teh panas ku, aku dan teman ku memutuskan untuk pulang, sebelum pulang kami kembali melakukan registrasi tapi kami mendapatkan uang ganti transportai dan mendapatkan tas yang bertuliskan MPR RI di bagian depannya, bagus juga tasnya lumayan lah dapat gratis. ;)

Hikmah yang didapat dari acara itu adalah antri lah dengan cepat sebelum makanan itu habis tak bersisa, pejabat itu lebih parah dari anak sekolahan karena telatnya hampir 1 jam lebih, kalau ada undangan seminar dari badan-badan pemerintahan hadirilah karena ada yang bisa kalian dapat mungkin berupa tas atau semacamnya, lalu harusnya disetiap acara seminar yang dilaksanakan di Banjarmasin adakanlah musik panting sebagai penyambutan.

Menurut aku acara seminar ini tidak terlalu penting untuk dilaksanakan secara nasional, karena hampir semua yang disampaikan sama persis dengan yang ada di buku pelajaran PKN, seharusnya praktek di lapangan yang diperlukan rakyat bukan hanya sekedar sosialisasi. Satu pertanyaan untuk kita semua, apakah kita sudah melaksanakan empat pilar bernegara dan berbangsa itu ??


H2O

You Might Also Like

0 comments