JAUH DI MATA DEKAT DI HATI

October 07, 2015


Banyak orang yang bilang hubungan Long Distance Relationship (LDR) itu nyiksa banget bahkan dibilang hampir sama dengan jomblo. Padahal justru sebaliknya, LDR itu romantis dan penuh perjuangan. Selain itu LDR juga suatu hubungan yang anti mainstream, mengutamakan kepercayaan, dan rasa kangen yang lebih besar.




Dan sudah 3,5 tahun saya menjalani LDR dengan dia yang berada di Jambi, banyak orang yang bilang “ngapain sih nyari yang jauh,” atau “jauh banget sih di Jambi sana, emang bisa jarang ketemuan gitu.” Saya selalu menjawab, “kenapa tidak? Tidak ada yang tidak mungkin ‘kan.” Bahkan yang beda negara saja bisa, yang beda agama juga banyak. Atau mungkin Nabi Adam yang LDR sangat lama dan sangat jauh dengan Hawa akhirnya bisa bersatu.


Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa


Desember 2014, untuk pertama kalinya saya bertemu dengannya dan untuk pertama kalinya juga saya naik pesawat. Dari Banjarmasin ke Jambi harus transit di Jakarta terlebih dahulu, yang artinya naik 2 pesawat bergantian untuk pengalaman pertama kali terbang. Sangat di luar dugaan memang.

Di Bandara Syamsudin Noor saya masih sedikit tidak percaya akan menemui dia yang berbeda pulau di bagian barat Indonesia sana, dan saya berangkat hanya seorang diri. Hanya ditemani ransel, koper, dan lagu Dekat Di Hati dari RAN yang saya dengarkan terus dari beberapa hari sebelum berangkat.



Sampai di Bandara Soekarno Hatta sekitar jam 12 siang, pertama kali saya menginjakan kaki di sana namun juga sangat membuat tidak sabar untuk sampai di Jambi. Karena transit saya saat itu mengalami delay. Yang seharusnya jam 5 sore sudah berangkat tapi ditunda sampai hampir jam 7 malam.

Sambil terus memberi kabar ke dia melalui pesan singkat, saya sambil berkata dengannya melalui hati, “sebentar lagi kita akan bertemu, Ching.” Kalimat yang membuat waktu berjalan terasa lambat.

Saat sudah di pesawat menuju landasan untuk terbang ke Jambi dari Jakarta rasanya saya ingin meminjam kekuatan teleportasi sebentar supaya cepat sampai. Tak sabar rasanya.

Langit sudah gelap saat pesawat lepas landas, rintik hujan sedikit membasahi jendela pesawat, membawa saya ke tanah yang belum pernah saya injak sekalipun. Saya tidak bisa tidur meskipun rasa kantuk mulai datang, saya terus merencanakan kegiatan selama seminggu bersamanya di Jambi nanti.

Jam 8 lewat, pesawat mendarat di Bandara Sultan Taha Jambi. Turun dari pesawat, lagi-lagi saya tidak bisa percaya, saya bisa sampai di Jambi seorang diri. Saya pun berjalan cepat menuju tempat penjemputan bandara, ingin cepat bertemu dengannya. Dan lagu Dekat Di Hati masih mewarnai malam yang indah itu dihiasi bintang yang bertaburan di langit.


Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai dekat jantung yang ku bawa kemanapun ku pergi


Selama satu minggu saya merasakan lengkap bersamanya di Jambi, malam sebelum kepulangan saya keesokan harinya, kami memutuskan untuk romantic dinner yang tidak dilengkapi dengan lilin di meja. Malam itu langit pun menurunkan hujannya, seolah ikut sedih karena kami besok akan dipisahkan jarak ribuan kilometer lagi.


Sedih rasanya saat dia terlihat berat melepas kepergian saya di bandara, bahkan saya pun tidak bisa menahan air mata yang keluar membasahi mata, terdengar cengeng memang. Seolah kepulangan saya itu bukan pulang melainkan pegi sebentar.

Jadwal penerbangan dari Jambi yang dipercepat membuat saya tidak bisa berlama-lama dengannya dan keluarganya saat di bandara. Ingin rasanya waktu saya putar kembali terulang saat pertama kali datang di Jambi. Namun saya yakin, saya akan kembali lagi ke Tanah Pusako Betuah itu untuknya.





Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati


Dua hari terakhir bulan Ramadhan di tahun 2015 atau bulan Juli 2015 kemarin, saya menepati janji untuk kembali bertemu dengannya. Tidak hanya bertemu, tapi juga sekaligus merayakan Idul Fitri bersama.

Dari situ saya buktikan bahwa jarak dan waktu bukan penghalang untuk bertemunya dua insan yang jauh dan saling menyayangi, tidak ada yang tidak mungkin.

Saking ngena banget nih lagu, saat di bandara rasanya saya pengen banget nyanyi sekeras mungkin dan bilang ke semua orang kalau saya akan bertemu dengan dia, yaa biar sama dengan video klipnya yang di bandara itu, hehhe.

Lagu Dekat Di Hati merupakan salah satu One Memorable Song banget buat saya, dan selalu ada di playlist lagu. Saat kerja atau saat santai lagu ini selalu bersenandung di telinga karena mengingatkan dengan dia dan janji saya untuk kembali bertemu dengannya.




-H2O-

Tulisan ini juga untuk mengikut One Memorable Song-nya #RegasGa
http://www.adittyaregas.com/2015/09/1th-diary-anak-magang.html



Sumber Foto :
Video Klip RAN - Dekat Di Hati

Sumber Video :
youtube.com

You Might Also Like

10 comments

  1. Replies
    1. Memang banyak orang yang tidak kuat menjalani LDR karena jarangnya bertemu..
      Thanks ya sudah mampir.. :)

      Delete
  2. Wihhh keren ya kak LDR, terus udah pacaran selama itu :D

    Semoga langggeng dan ditunggu undangannya. VIP ka lah gasan PBB, ada tiekt pesawat kena wkwkkwkwk

    Benar banget kak, jarak emang gak ada artinya ketika dua insan saling menyayangi :)

    Semoga menang lombany kak, hihii.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Tiket pesawat yang sudah kadaluwarsa ja lah, hahahaha. :P
      Thanks Fatimah sudah mampir. :)

      Delete
  3. beh ngeri nah sawat ke jambi lakiannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha, tidak sengeri yang dibaca kok. Karena ke sana jadi bisa tahu bagaimana kota Jambi itu, hehehe.
      Thanks Gung sudah dibaca. :)

      Delete
  4. tapi kan LDR butuh perjuangan ka? kaya kaka yg harus ke Jambi
    yang tidak LDR aja butuh perjuangan apalagi yg LDR pastinya perjuangannya harus lebih kan ka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apapun bentuknya, semua itu perlu perjuangan. Tidak ada yang mudah dalam menjalin sebuah hubungan. Dalam hubungan itu sangat diperlukan yang namanya saling percaya dan saling menjaga. Saya rasa hal itu tidak hanya berlaku untuk LDR saja, yang dekat pun juga harus begitu.

      Thanks Adi sudah mampir.. :)

      Delete
  5. gimana kabar si Ching hen haha

    Nekad jua lah sorongan ke jambi gesan betamu ja, saluttt broo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya harus nekad, hehehhe.
      Thanks azmi sudah mampir.. :)

      Delete