Warung Pinggiran = Restoran

January 20, 2012

Mungkin banyak tempat makan atau rumah makan yang memiliki moto “harga kaki lima, kualitas bintang lima” (kurang lebih sama dengan judul diatas).
Judul diatas berdasarkan pengalaman ku makan mie ayam di pinggir jalan, kenapa sama dengan restoran ? bukan karena dari kualitas rasa atau penampilan makanannya tapi dari menu yang disediakan. Ini sepenggal cerita pengalaman ku.
Tanggal 16 Januari 2012 hari senin teman ku bernama Inad (nama samaran-cowok) mengajak ku pergi ke mall bermaksud membeli tas, kami pergi sekitar jam 2 siang.
Sebelum ke cerita sesuai judul, cerita saat kami di mall.
Sampai di mall kami langsung menuju salah satu departemen store yang terkenal yang berinisial “M”, tujuannya membeli tas buat teman ku itu, setelah mutar2 di lantai bawah departemen store itu kami naik ke lantai 2 karena tidak ada yang cocok tasnya bukan karena bentuk atau style tas yang tidak bagus tapi harganya yang tidak bersahabat. Sampai di lantai 2 nyari lagi mutar2, ketemu di salah satu sudut bagian tas bermerk dengan inisial “E”, teman ku itu langsung milih2, bongkar2 dalamnya, yang pasti bagian dalam tasnya. Saat disitu ada seorang pramuniaga cewek memperhatikan kami terus-terusan, mungkin kami keren kali ya, hehe. Selidik punya selidik, ternyata pramuniaga tersebut memperhatikan kami bukan karena kami keren, tapi karena bolak-balik nyobain tas yang ada disitu sambil ketawa2 gak jelas, sykurnya aja gak ada petugas RSJ disitu.
Setelah teman ku menemukan tas yang sesuai selera dia, kami pergi ke kasir. Ternyata di kasir ada perlombaan cepat-cepatan melayani konsumen. Saat konsumen menaruh barangnya di atas meja kasir, kasir langsung menekan tombol waktunya dan secepat mungkin menyelesaikannya, teman ku itu bayar dilayani kasir kurang lebih 1 menitan. Satu pertanyaan dalam hati ku, cepat-cepatan gitu hadiahnya apa ya, salut deh buat mbak nya yang cepat banget bungkusin barangnya.
Setelah membeli semua yang diperlukan kami pun pulang, tapi kami lapar jadi mampir dulu di pinggir jalan makan mie ayam yang jaraknya sekitar 1 km dari mall.
Disini nih kenapa judul itu ada.
Teman ku mesan sama penjualnya, “mas, mie ayam nya 2,” penjual langsung membuatkan dua mangkok mie ayam, lalu penjual mengantarkan ke kami terus dia nanya ke kami, “minum apa mas ?” temen ku langsung jawab, “teh es nya 2” tiba-tiba secara tak terduga penjual itu menjawab, “disini gak ada teh es,” aku yang lagi ngaduk2 mie ayam kaget dan menatap temen ku yang juga kaget, “hah gak ada, yang ada apa ?” “es kelapa muda ada tuh mas” temen ku mikir sebentar, sedangkan aku masih bengong mendengar jawaban itu “ya udah es kelapa nya 2,” daripada gak minum. Jadi aku bilang, “ini mie ayam pinggiran kok kayak restoran, teh es aja gak ada, di restoran aja masih ada yang nama nya teh es.” Bukan karena gak suka es kelapa sih tapi kan kalo minumnya teh es bisa hemat sedikit. Salut deh buat penjualnya yang gak jual teh es.

You Might Also Like

0 comments