Pages

  • BERANDA
  • DISCLOSURE POLICY
  • DISCLAIMER
  • PRIVACY POLICY
  • KONTAK SAYA
  • Tentang Henry
facebook instagram

HENRY HALIM OKTAKUSUMA

  • Sebenarnya sih aku ingin menulis judulnya “Facebook Dari Kacamataku” tapi berhubung aku enggak pake kacamata jadi judulnya seperti diatas. Ngapain dibahas ya kayaknya enggak penting deh.

    Siapa sih yang enggak kenal dengan Facebook (FB), mungkin hanya orang-orang di desa yang belum terjangkau listrik dan internet yang tidak mengenal FB dan orang yang ada di alam kubur juga tidak mengenal FB. Dari muda sampai tua tahu dengan FB, anak kecil bahkan balita sekalipun sudah tahu yang namanya FB.

    Di Facebook kita bisa menulis status, mengupload dan berbagi foto maupun video, berbagi catatan, chatting, serta tempat promosi yang tepat saat ini. Hampir semua kegiatan di dunia maya bisa kita lakukan di Facebook.

    Fenomena Facebook ini sudah memasuki dan menjadi bagian dari kehidupan manusia khususnya para remaja. Kapan pun dan dimana pun para remaja hampir selalu membuka Facebook.
    Kita bisa lihat status-status yang ditulis oleh para remaja, baik apa yang sedang dirasakan, dipikirkan, dan apa yang sedang dilakukan.

    Sekarang yang ramai menjadi status adalah masalah ‘Galau’, kebanyakan yang aku baca status mengenai kegalauan. Dan yang membuatku bingung adalah punya pacar atau jomblo tetap sama statusnya yaitu ‘Galau’. Sebagai contoh, “diManA Kh paSanGan Hidup Que #galaU,” (harap jangan ditiru tulisan itu) sudah statusnya galau, tulisannya menganut paham Alayisme lagi, ada juga statusnya seperti ini, “punya pacar malah gak diperhatiin, galau nih,” lagi-lagi galau. Pengen banget tuh aku kasih komentar “mending kamu enggak usah hidup aja sekalian, enggak bisa ya enggak galau.” Mungkin jika disurvey lebih dari 80% status remaja sekarang adalah galau, pantesan ya Indonesia majunya lambat banget.

    Kita juga sering membaca status yang seperti ini, “Quu lg otw k rumAh,” “lg makan with ayank,” “Duuuhhh, laper bgt nih,” (harap jangan tiru tulisan itu dimana pun) dan masih banyak lagi, sebenarnya status-status seperti itu sudah menyalahgunakan Facebook, kenapa ? Timbul pertanyaan (loh kok kayak Wisben ya), jawabannya adalah karena yang tertulis di kotak status adalah “Apa yang Anda pikirkan ?” bukan “Apa yang sedang Anda lakukan ?” atau “Apa yang sedang Anda rasakan ?” Kita bisa koreksi status kita masing-masing. Mungkin jika Facebook berupa manusia, dia akan demo dengan membawa bendera dan bakar ban lalu akan teriak “hentikan sabotase terhadap saya.”

    Facebook juga sekarang sudah merubah kebiasan para remaja, mau tahu kenapa ?

    Kalau dulu orang sedang lapar maka urutannya ngambil makan, duduk, baca doa, makan, selesai, doa.
    Nah kalau sekarang orang sedang lapar maka urutannya nulis status, ngambil makan, duduk, nulis status, baca doa, makan, selesai, nulis status, doa.

    Bisa kita lihat saat lapar dan makan masih sempat-sempatnya nulis status, kenapa enggak sekalian aja makan Facebooknya.

    Selain menulis status yang menggunakan bahasa dari paham Alayisme, nama-nama Facebook juga sama seperti itu, kalian tahulah seperti apa namanya.

    Beberapa hari yang lalu aku dan temanku iseng-iseng nulis nama di ‘Pencarian’, pertamanya kami iseng nulis nama orang yang sering digunakan seperti nia, lia, putri, adi, adit, dan sebagainya, dengan isengnya ku tuliskan kata sering digunakan oleh penganut Alayisme yaitu “ClaLlu” dan hasilnya yang keluar banyak banget, tidak hanya cewek ternyata cowok juga banyak menggunakan kata itu dengan tulisan seperti itu, seperti “Cwo ClalLu CyAnK Dya” terus ada juga “cwO Setia Dia Clallu” pokonya banyaklah nama semacam itu, aku enggak habis pikir kok banyak orang yang menggunakan nama itu, ada juga tuh yang namanya panjang banget mungkin sekitar 1 km dengan bahasa yang tidak dimengerti dan tulisan yang berasal dari Planet Alay yang sangat susah dibaca, pertanyaanku sih cuma satu tujuannya apa ya ?

    Kemarin dosenku menceritakan tentang anggota DPR yang masih banyak yang gaptek, kata beliau “seharusnya rapat-rapat itu tidak perlu lagi bertatap muka, kan sekarang sudah bisa lewat BBM, Facebook atau media sosial lainnya,” terpikir olehku kenapa anggota DPR tidak membuat group tersindiri saja di Facebook kan bisa lebih efektif dan efisien, terlintas satu nama group di otak ku untuk group DPR itu yaitu, “DPR CeTya NeG4r4 ClaLlu.”


    Catatan dari saya, jangan tiru tulisan dan bahasa yang berasal dari Planet Alay itu karena dilakukan oleh ahli dan sangat berbahaya bagi kehidupan kita.

    Dari Facebook kita bisa melihat fenomena apa dan masalah apa yang sedang hangat terjadi di sekitar dan negara kita.



    H2O
    Continue Reading
    Tanggal 24 mei 2012 kemarin mahasiswa STIA Bina Banua Banjarmasin jurusan Administrasi Bisnis reguler sebanyak 20 orang mahasiswa ditambah 2 orang dosen mengadakan kunjungan ke Bank Mandiri cabang Kalimantan Selatan yang berada di Jalan Lambung Mangkurat.

    Kami berangkat tepat pukul 08.30 wita menggunakan dua mobil, mobil kampus dan mobil salah satu dosen tapi sebagian lagi berangkat dengan motor masing-masing. Karena banyak yang berangkat menggunakan motor sendiri sehingga hanya 3 orang mahasiswa yang ikut mobil kampus yaitu aku dan dua orang teman ku beserta dosen yang mengemudikan mobilnya.

    Dalam perjalanan dosen ku membuka pembicaraan mengenai demo penambahan kuota BBM, beliau mengeluarkan pendapat-pendapatnya sampai menanyakan apakah kami juga ikut dalam demo, jelaslah kami tidak ikut dalam demo itu. Itu merupakan dampak dari tidak jadi harga BBM dinaikkan, disitu aku berpikir buat apa kemarin orang-orang berdemo agar harga BBM tidak dinaikkan lalu saat harga BBM tidak jadi dinaikkan dengan kebijakan pemerintah mengurangi kuota BBM lagi-lagi di demo.

    Dosenku mengatakan, “Kalimantan ini daerah penghasil minyak yang banyak tapi mengapa BBM sangat sulit didapat, seharusnya karena produsen minyak kita tidak perlu pengurangan kuota.” Ada benarnya juga sih apa kata dosenku itu, akan lebih baik lagi jika Indonesia bisa menghasilkan BBM sendiri tanpa bergantung dengan harga minyak dunia.

    Setelah membicarakan masalah BBM, dosenku membahas tentang perpindahan ibukota, isu yang sempat ramai diperbincangkan perpindahan ibukota negara ke Palangkaraya, kata beliau, “meskipun hari ini diputuskan ibukota pindah, 5 tahun ke depan bisa diprediksi belum ada yang pindah. Coba kalian lihat Kal-Sel ini, persetujuan perpindahan ibukota propinsi dari Banjarmasin ke Banjarbaru sudah dilakukan dari tahun 70-an namun pelaksanaannya baru di pemerintahan Rudy Arifin sekarang, itu pun baru sebagian.”

    Kami melewati jalan belakang dari Bank Mandiri yang jujur aku belum pernah lewat situ, jalannya kecil agak lebih besar dari jalan sebuah gang, di depan jalannya ada penyewaan mobil, di pinggir jalannya banyak terdapat pengumpul besi-besi tua, karet-karet ban bekas, kardus-kardus bekas, ada juga bengkel pebaikan dinamo.

    Jalan itu tembus ke jalan yang ada di samping Bank Mandiri, keluar dari jalan itu langsung bisa masuk ke Bank Mandiri, sepertinya aku harus sering-sering masuk jalan-jalan kecil supaya tau lebih banyak jalan tembus.

    Sampai di Bank Mandiri kami disambut oleh satpam yang membuka pintu dengan ramah, di bank-bank lain juga sama sih begitu. Seperti bank lainnya saat masuk kita bisa melihat teller, customer service, satpam dan yang pasti nasabah yang lagi antri. Selain itu juga ada benda yang selalu ada di bank yaitu pulpen yang selalu diikat, sempat saya terpikir kenapa pulpen di bank-bank itu selalu di ikat, jika alasannya pihak bank takut pulpen mereka selalu hilang berarti rata-rata orang Indonesia memiliki jiwa pencopet (just comedy).

    Sekitar satu menit kemudian ada bapak-bapak gundul badannya agak gempal bertanya ke kami, “ini yang mau pertemuan itu ya ?”

    “Iya pak,” aku jawab dengan respon cepat karena cukup kaget.

    “Silahkan naik ke lantai dua,” bapak itu mempersilahkan.

    Kami pun naik ke lantai dua yang didahului dosenku, naik ke tempat yang biasanya hanya untuk nasabah prioritas merupakan suatu hal yang langka. Kami mengikuti bapak itu masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan ‘Ruang Rapat’ pada pintunya.

    Ruangannya tidak begitu besar namun bagi ku cukup enak dengan AC sekitar 3 buah, cukup banyak juga. Di tengah ruangan terdapat meja berbentuk oval dan disudut ruangan terdapat layar untuk slide, kursinya pun juga enak. Saat masuk pintu di dinding sisi kanan terdapat spanduk bertuliskan ‘MERIAM’ dengan gambar Jenderal Sudirman dan suasana perang dulu, yang ternyata itu merupakan salah satu visi mereka.

    Kami semua sudah masuk ke ruangan, sambutan-sambutan dari pihak Bank Mandiri pun disampaikan. Dan ternyata bapak-bapak gundul yang menyapa kami di lantai dasar tadi adalah Kepala Cabang Wilayah Kal-Sel, wow sebegitu dihormatinyakah kami sampai-sampai kepala cabang memberi sambutan.

    Beliau menyampaikan sambutan tidak seperti layaknya hal yang formal, suasananya santai tapi tetap serius, beliau hanya memberikan sambutan selama 15 menit karena harus menghadiri undangan dari Bank Indonesia.

    Selanjutnya pemberian materi, pemateri dua orang mbak dan mas, mbaknya itu supervisor bagian service quality dan yang masnya itu aku lupa apa jabatan, karena pematerinya supervisor dari service quality maka materi yang dibahas gak jauh dari itu, yaitu Service Quality Execellent, yang mana pelayanan memang menjadi faktor utama bagi semua bank.

    Selama pemberian materi aku tidak merasakan seperti di kelas atau seperti saat seorang sales mengenalkan produknya, tetapi lebih berasa seperti diskusi biasanya sama teman-teman, jadi lebih enak memahaminya ditambah snack kotak yang juga enak.

    Ngomong-ngomong soal snack kotak, saat aku mengambil kok kotaknya berat gak seperti snack kotak pada umumnya, aku sih mikir kuenya banyak banget atau potongannya besar-besar, eh enggak taunya semua tebakan aku salah, yang membuat berat itu minumannya bukan air mineral gelas melainkan teh dalam kemasan kotak pantesan berat gitu. Jarang-jarang loh snack kotak minumnya teh kemasan kotak.

    Kembali lagi ke materi, disini aku akan sedikit share mengenai penjelasan yang aku dapat kemarin, tapi bukan berarti aku mengunggulkan satu bank saja atau berpihak, kenyamanan suatu bank kembali ke masing-masing individu yang menilainya.

    Kalau kalian mempunyai tabungan lebih dari satu bank mungkin saat bertransaksi atau datang ke bank akan merasakan perbedaan dari bank satu dengan bank lainnya, perbedaannya bisa dilihat dari bangunannya, kebersihannya, dan yang paling penting adalah pelayanannya terhadap nasabah.

    Pelayanan (service) inilah yang membedakan kualitas bank satu dengan bank lainnya, pelayanan yang mampu memberikan kepuasan kepada pelangganlah yang mampu menarik banyak nasabah.

    Baru aku sadari saat pemateri menyampaikan bahwa di Bank Mandiri dalam melayani nasabahnya selalu memanggil bapak/ibu (meskipun nasabah itu muda) atau memanggil dengan nama.

    Sebagai informasi saja, Bank Mandiri berhasil mendapatkan penghargaan The Best Service Execellent sebanyak lima kali berturut-turut.

    Apa sih service execellent itu ?

    Service execellent adalah service (pelayanan) yang diberikan mampu melebihi dari harapan pelanggan. Ada 3 hal yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi service execellent, yaitu service dasar, harapan customer, dan melebihi harapan customer.

    Kemarin sih diberi contoh dalam hal penerbangan, service dasar dalam penerbangan adalah keamanan transportasi bagi penumpangnya dan penerbangan yang tepat waktu. Harapan customer-nya adalah tempat duduk dalam pesawat yang nyaman, pramugari yang ramah, tempat yang bersih dan nyaman.

    Melebih harapan customer adalah selain tempat duduknya yang nyaman juga longgar sehingga tidak dempet-dempetan dengan penumpang lainnya, tempatnya yang wangi, dan terkadang misalnya ada penumpang yang berulang tahun diberikan ucapan selamat dan kue tart kecil.

    3 hal itu juga yang diterapkan oleh pihak Bank Mandiri untuk bisa memberikan kepuasan kepada pelanggannya, meskipun saat antri harus berdiri, terkadang lama dan panjang.

    Kita bisa lihat tidak hanya di Bank Mandiri di bank-bank lain juga, antrian di teller nasabahnya berdirinya, kenapa tidak duduk ?

    Hal itu juga dijelaskan oleh pemateri, kenapa menggunakan antrian berdiri, karena dengan menggunakan antrian berdiri akan mempercepat waktu bagi nasabah, dengan jarak yang berdekatan memungkinkan nasabah akan cepat sampai ke teller berbeda jika menggunakan antrian duduk akan lebih memakan waktu, belum lagi misalnya nasabah itu membawa barang yang cukup banyak maka dia akan sibuk mengatur barangnya dulu kemudian berjalan menuju teller, itu akan membuang banyak waktu dan pastinya akan bertambah lama bagi nasabah berikutnya.

    Bank Mandiri juga memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan kepada nasabahnya, memanggil bapak/ibu atau menyebutkan nama nasabah, lalu senyum dengan ukuran 2-2-7 (ini bukan formasi sepak bola), maksudnya dari 2-2-7 itu adalah senyum dengan 2 centi ke kiri, 2 centi ke kanan, selama 7 detik, dan kalau bisa ditambah dengan terlihat 7 gigi. Komitmen dalam pelayanan tidak hanya dilakukan oleh karyawan front liner (karyawan yang langsung menghadapi nasabah) tetapi juga dilakukan oleh supervisor dan atasan mereka. Yang namanya komitmen harus selalu dijaga meskipun mereka sedang galau tingkat nasional sekalipun.

    Dengan komitmen yang mereka jaga itu akan menghasilkan loyalitas pelanggan, hasil dari komitmen :

    - Kualitas merupakan komitmen seluruh jajaran organisasi
    - Tidak ada kesalah yang dilakukan sekecil apapun
    - Kualitas menghasilkan kepuasan
    - Kepuasan akan menghasilkan loyalitas pelanggan.

    Loyalitas pelanggan merupakan kunci keunggulan dalam bersaing, karena nasabah akan mencari bank yang mampu memenuhi harapan mereka. Loyalitas pelanggan juga akan meningkatkan penjualan produk bagi bank.

    Aspek-aspek pengukuran kepuasan nasabahnya sebagai berikut :

    - Security
    - Customer service
    - Teller
    - Banking hall
    - Kenyaman tempat
    - Toilet
    - ATM
    - Telepon (operator)

    Soal pelayanan, Bank Mandiri mempunyai standar pelayanan mungkin bank-bank lain juga punya, kalau kita datang ke Bank Mandiri yang ada di Aceh, lalu datang ke Bank Mandiri yang ada di Banjarmasin pelayanan yang diberikan karyawannya sama, dari cara mereka senyum, menyapa nasabah, sampai satpam yang membuka pintu bagi nasabah semuanya sama, itulah standar pelayanan dari mereka.

    Kalau kita datang ke bank lalu ingin setor uang atau mengambil uang melalui teller kita harus mengisi slip atau lembar dulu, bagi yang tidak tau caranya kebanyakan akan bertanya kepada satpam untuk cara pengisiannya, ada sebagian satpam yang mau menunjukkan cara pengisian bahkan ada yang menuliskannya, sebenarnya itu sudah over service dari satpam dan itu tidak dibenarkan oleh pihak bank, karena tugas satpam tidak sampai menunjukkan cara pengisian. Jadi bagi teman-teman yang mau setor uang tapi tidak tau caranya saya sarankan jangan bertanya ke satpam, jika bertanya ke satpam maka ada kemungkinan satpam itu diberhentikan, kasihan kan.

    Kesimpulan yang bisa didapat, pelayanan yang berdasarkan komitmen yang sesuai standar akan memberikan kualitas pelayanan yang baik sehingga apa yang diharapkan oleh pelanggan mampu terpenuhi bahkan melebihi, dengan terpenuhinya harapan pelanggan maka pelanggan akan merasa puas dan kepuasan pelanggan yang mampu dijaga menghasilkan pelanggan yang loyal yang akan menguntungkan perusahaan.

    Sebenarnya kemarin itu masih banyak materi yang belum dijelaskan namun karena waktu penyajian hanya diberikan 2 jam saja, mungkin suasana yang diciptakan nyaman sehingga waktu 2 jam tidak terasa.

    Untuk bisa merasakan bagaimana pelayanan yang diberikan bank, silahkan datang ke bank terdekat agar bisa tau seberapa puaskah yang dirasakan dengan pelayanan yang diberikan.



    H2O
    Continue Reading
    Pada hari selasa 24 april 2012 kemarin, semua anak-anak jurusan Administrasi Bisnis termasuk aku mengadakan kunjungan ke kantor IDX yaitu kantor sahan atau bursa efek yang menyediakan pasar saham.

    Rencana awal kami berangkat pukul 09.00 tapi karena ada sebagian yang mengikuti kuliah pagi maka waktu berangkat dimundurkan sehingga kami berangkat pukul 10.00 pagi, sambil menunggu dosen ku menyuruh kami masuk kelas, aku kira sih beliau akan memberikan sedikit pelajaran tentang saham, eh enggak tau nya ngajak kami untuk nonton video lucu, kata beliau sih, “sebagai refreshing”. 1 jam kami disuguhkan video lucu itu yang menurut aku sangat ekstrim untuk ditiru.

    Waktu keberangkatan pun tiba, semua mahasiswi ikut mobil kampus, 3 orang dosen ikut mobil kajur administrasi bisnis, aku ikut motor teman ku, bisa lebih cepat sampainya.

    Sampai di IDX, ku lihat suasananya sunyi, padahal udah jam 10 lewat, kami pun masuk, saat masuk di sebelah kanan ku lihat di layar monitor daftar saham-saham meskipun aku enggak ngerti paling enggak aku tau kalau itu adalah saham.

    Turun dari lantai atas ku lihat pegawai disitu perempuan keturunan tionghoa yang cantik mempersilahkan kami untuk naik ke lantai tiga. Sampai di lantai 3 aku sadar bahwa di kantor ini cuma ada 3 karyawan, 1 mbak tionghoa yang menjadi pemateri kami, 1 lagi mbak yang ada di lantai 2, dan mas OB, terlintas di pikiran ku “apa kerja disini enggak terlalu banyak yang dikerjain ?”

    Penyampaian materi oleh mbak nya bagus banget tapi sayang banyak istilah dalam dunia persahaman yang enggak dijelasin, hasilnya banyak yang enggak ngerti dengan istilah yang disebutkan mbak nya, tapi over all bagus banget penyampaiannya dari yang enggak tau sama sekali saham itu gimana menjadi sedikit tau tentang saham meskipun enggak sehebat mbak nya. Ku akui mbak nya itu hebat banget dalam saham, dia tau segalanya tentang perusahaan yang sudah membukakan sahamnya, friendly banget juga sama kami.

    Disana juga ada wartawan dari salah satu tv swasta Banjarmasin yang meliput kami semua, saat seminar berakhir wartawan itu mewawancarai ketua kampus ku, dan mewawancarai salah seorang teman ku yang tidak tepatnya aku kebetulan berada di belakang dia, jadi deh aku juga ikut masuk liput. Namun aku enggak sempat liat liputan beritanya di tv, padahal pengen banget liat liputannya.

    Ternyata perlu juga untuk memahami tentang sahan dan lainnya bagaimana sistem dan caranya, ada rasa keinginan lagi untuk kembali ke kantor IDX meskipun hanya sekedar kunjungan.

    Kunjungan selanjutnya akan ke Bank Mandiri dan Kalimantan Post, waktunya belum ditentukan sih karena kami harus melaksanakan mid test yang tertunda karena kunjungan itu. Semoga akan dapat lebih banyak ilmu lagi di kunjungan-kunjungan berikutnya.

    H2O
    Continue Reading
    Senin 16 April 2012 yang lalu aku bersama 1 orang teman ku menghadiri undangan Seminar Nasional MPR RI dengan tema Empat Pilar Bernegara dan Berbangsa (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika), acaranya dilaksanakan di A Hotel Banjarmasin.
    Sampai di A Hotel tepat pukul 09.00 yang kami kira udah banyak orang datang kesana, enggak tau nya masih sedikit. Setelah memarkir kendaraan kami bertemu seorang wartawan yang penampilannya bisa dikatakan keren, dia wartawan salah satu media cetak di Banjarmasin.

    Sampailah kami ke lantai 3 A Hotel, sebelum masuk ruangan seminar setiap peserta diharuskan registrasi dulu, karena undangan teman ku yang megang jadi dia duluan yang registrasi lalu baru aku yang registrasi, saat registrasi mbak nya nanya, “undangannya ada berapa mas ?” ku jawab aja, “satu mbak,” ku lihat mbak nya enggak jadi ngambil seminar kit, “berarti seminar kit nya cuma boleh satu,” aku cuma pasrah aja deh padahal agak kecewa juga sih, dengan tangan kosong aku pun masuk ke ruangan seminar,
    masuk ruangan aku langsung disambut dengan musik panting khas Kalimantan Selatan, setelah menemukan tempat duduk yang posisinya enak aku menikmati musik panting yang mengalunkan dengan serunya. Saat itu waktu sudah menunjukkan jam 9 lewat tapi belum ada tanda-tanda dari pemateri berhadir disitu, ini nih kebiasaan yang enggak pernah hilang ngaret banget.

    Selama 1 jam menunggu tiba-tiba hampir semua orang disitu pada berdiri, ku lihat ternyata Pak Gubernur beserta rombongan baru datang, pantesan lama banget nungguin ternyata nungguin pejabat. Jam 10 lewat barulah acara dimulai, sambutannya aja hampir 1 jam, jadi sambutan dan menunggu pejabat datang sebenarnya terlalu makan waktu.

    Jam 11 saatnya coffe break, menunya sih cuma teh, kopi, dan kue, karena orangnya begitu banyak maka untuk mendapatkan secangkir kopi pun harus mengantri tapi enggak sama dengan antri BBM. Hampir 10 menit aku mengantri akhirnya ku dapatkan juga kopi yang sudah ku incar dari tadi, ku bawa secangkir kopi ku menuju meja yang menyajika kue-kue namun sangat disayangkan semua kue yang disediakan habis yang tersisi hanyalah piring-piring kosong yang bungkus kue itu, malang banget nasib ku. Jadilah di coffe break ini aku hanya minum secangkir kopi tanpa susu tanpa kue, ya hanya kopi.

    Selesai coffe break kami semua diminta kembali untuk masuk ke ruangan, di depan sudah ada 3 pemateri dan 1 moderator yang siap menyajikan materi. Pemateri pertama dan kedua kurang menarik untuk didengarkan, sampailah pada pemateri ketiga dan sangat tidak disangka beliau membahas tentang K-Pop, boyband, girlband dan tersirat di dalamnya beliau sedikit menyinggung tentang ke-4L4y-an yang sedang menjadi fenomena dalam kehidupan anak muda sekarang, aku sempat tertawa nyaring mendengar pembahasan beliau.
    Jam 1 siang saat untuk ishoma, aku yang sudah tidak tahan untuk ke toilet mengambil langkah cepat mencari toilet terdekat, sangat lega setelah melakukannya. Namun aku sangat kaget keluar toilet, lagi-lagi ku lihat antrian yang cukup di meja saji makanan, meja sajinya ada dua dan keduanya sama panjang antriannya, karena aku lagi malas untuk berdesak maka aku memutuskan untuk menunggu sampai antrian sedikit mereda.

    Sisa antrian tinggal 5 orang aku pun menghampiri meja saji itu, sampai di meja saji ku cari piring tak ku temukan, lalu ku pindah ke meja saji sebelah ternyata sama juga piringnya sudah habis, terpaksa deh nunggu dulu, 3 menit kemudian datanglah pramusaji membawa piring, secepat kilat ku ambil piring itu, saat ingin mengambil nasi tak ku sangka dan ku duga nasinya pun juga habis tak bersisa sedikit pun, pada kelaparan kali ya orang-orang ini. Ku tunggu lagi sampai pramusaji membawa nasi yang masih panas, langsung saja ku ambil nasi itu, saat ingin mengambil lauk yang disediakan lagi-lagi aku tak melihat sedikit pun sisa dari lauk itu, ku dengar seseorang bertanya pada pramusaji, “mas ini ikan nya mana ?” mas pramusaji bilang sambil mengambil piring kotor, “maaf bu udah habis,” mendengar itu aku pun pasrah makan tanpa lauk, ku lihat meja di sebelah masih ada sayur cap cay, ku ambil sayur itu cukup banyak dan segera mungkin mencari tempat duduk karena perut ku sudah sangat lapar.
    Selesai makan aku kembali masuk ke ruangan, karena masih waktu istirahat ku nyalakan laptop ku dengan memanfaatkan sinyal wifi yang tersedia aku pun surfing di internet, lumayan lah untuk mengusir kebosanan.

    15 menit kemudian acara kembali dilanjutkan tapi sesi kali ini cukup membuatku bosan mendengarkan sajian materi yang disampai, karena apa yang disampaikan hampir sama dengan apa yang diajarkan di buku pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan).
    Dari semua peserta yang bertanya, pertanyaan mereka hampir sama yaitu “apa langkah selanjutnya yang dilakukan pemerintah setelah acara seminar ini ?” mereka menginginkan acara seminar ini bukan sekedar menghabiskan uang anggaran tapi ada manfaat yang didapat masyarakat.

    Setelah jawaban demi jawaban dijawab oleh pemateri sampailah ke akhir acara yang saat itu berakhir sekitar pukul 4 sore. Selesai acara kami kembali disuguhkan coffe break, tapi kali ini antriannya enggak banyak mungkin orang-orang lebih memilih untuk segera pulang, ku ambil secangkir teh panas yang tersaji. Selesai menikmati teh panas ku, aku dan teman ku memutuskan untuk pulang, sebelum pulang kami kembali melakukan registrasi tapi kami mendapatkan uang ganti transportai dan mendapatkan tas yang bertuliskan MPR RI di bagian depannya, bagus juga tasnya lumayan lah dapat gratis. ;)

    Hikmah yang didapat dari acara itu adalah antri lah dengan cepat sebelum makanan itu habis tak bersisa, pejabat itu lebih parah dari anak sekolahan karena telatnya hampir 1 jam lebih, kalau ada undangan seminar dari badan-badan pemerintahan hadirilah karena ada yang bisa kalian dapat mungkin berupa tas atau semacamnya, lalu harusnya disetiap acara seminar yang dilaksanakan di Banjarmasin adakanlah musik panting sebagai penyambutan.

    Menurut aku acara seminar ini tidak terlalu penting untuk dilaksanakan secara nasional, karena hampir semua yang disampaikan sama persis dengan yang ada di buku pelajaran PKN, seharusnya praktek di lapangan yang diperlukan rakyat bukan hanya sekedar sosialisasi. Satu pertanyaan untuk kita semua, apakah kita sudah melaksanakan empat pilar bernegara dan berbangsa itu ??


    H2O
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    HENRY HALIM




    Terlahir 26 tahun lalu.

    Di Kota Seribu Sungai.

    Pemikiran dalam bentuk tulisan.

    Penggemar kopi, meski tak kuat dengan espresso.

    -H2O-

    Blog Archive

    • ▼  2019 (3)
      • ▼  April 2019 (1)
        • MANUSIA DAN KEMUNAFIKAN
      • ►  March 2019 (1)
      • ►  January 2019 (1)
    • ►  2018 (4)
      • ►  October 2018 (1)
      • ►  August 2018 (1)
      • ►  February 2018 (2)
    • ►  2017 (3)
      • ►  October 2017 (1)
      • ►  August 2017 (1)
      • ►  February 2017 (1)
    • ►  2016 (6)
      • ►  October 2016 (2)
      • ►  September 2016 (1)
      • ►  August 2016 (1)
      • ►  May 2016 (1)
      • ►  March 2016 (1)
    • ►  2015 (8)
      • ►  November 2015 (1)
      • ►  October 2015 (2)
      • ►  September 2015 (1)
      • ►  April 2015 (3)
      • ►  March 2015 (1)
    • ►  2014 (5)
      • ►  December 2014 (1)
      • ►  October 2014 (1)
      • ►  June 2014 (1)
      • ►  April 2014 (1)
      • ►  January 2014 (1)
    • ►  2013 (6)
      • ►  October 2013 (2)
      • ►  August 2013 (2)
      • ►  April 2013 (2)
    • ►  2012 (14)
      • ►  September 2012 (2)
      • ►  August 2012 (1)
      • ►  July 2012 (1)
      • ►  June 2012 (1)
      • ►  May 2012 (1)
      • ►  April 2012 (3)
      • ►  March 2012 (1)
      • ►  February 2012 (3)
      • ►  January 2012 (1)
    • ►  2011 (1)
      • ►  June 2011 (1)
    • ►  2010 (6)
      • ►  March 2010 (2)
      • ►  February 2010 (4)
    • ►  2009 (18)
      • ►  December 2009 (4)
      • ►  November 2009 (1)
      • ►  August 2009 (1)
      • ►  July 2009 (2)
      • ►  June 2009 (2)
      • ►  March 2009 (2)
      • ►  February 2009 (2)
      • ►  January 2009 (4)
    • ►  2008 (9)
      • ►  December 2008 (2)
      • ►  November 2008 (7)

    Pages

    • BERANDA
    • KONTAK SAYA
    • PRIVACY POLICY
    • DISCLAIMER
    • DISCLOSURE POLICY

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top