Pages

  • BERANDA
  • DISCLOSURE POLICY
  • DISCLAIMER
  • PRIVACY POLICY
  • KONTAK SAYA
  • Tentang Henry
facebook instagram

HENRY HALIM OKTAKUSUMA

  • Teriknya panas matahari dan debu jalanan mengantarkan saya bersama Aditya Regas menuju satu-satunya Mall di Banjarmasin, Duta Mall. Bukan, kami bukan mau jalan bareng berdua apalagi nge-date.

    Tapi pada hari Rabu tanggal 01 April 2015 kemarin itu kami dari komunitas Pena Blogger Banua mendapat undangan gathering bersama XL setelah mengikuti lomba menulis XL sekaligus penyerahan hadiah. Dan tempat gathering-nya di X.o Kopicham yang berada di lantai 3 Duta Mall Banjarmasin.


    Kami sampai di sana sekitar jam 12 kurang, dan belum ada yang hadir kecuali satu orang dari pihak XL yang sudah menunggu. Setelah duduk kami disuguhkan buku menu oleh pelayannya, buku menu yang tergolong besar yang harganya pun juga besar bagi kantong kami.

    Sekitar 15 menit kemudian teman-teman Pena Blogger Banua dan juga wartawan media cetak dan online mulai berdatangan, begitu juga dari pihak XL juga sudah berkumpul.

    Tidak memerlukan waktu lama pesanan kami pun mulai tersaji di meja, kebetulan hari itu saya memesan mie ayam jamur dan ice blended green tea. Sebenarnya mau memesan menu lainnya lagi tapi kasian juga XL yang traktir, hehehe.

    Acara gathering diawali dengan makan bersama seluruh peserta lomba dan pihak XL. Dari gathering itu saya jadi tahu kalau XL itu orangnya baik dan asik semua, mudah bergaul gitu. Kesannya bukan seperti peserta dengan juri, tapi seperti teman saja. Pembawaan mereka yang santai membuat kami mudah untuk saling ngobrol.

    Setelah makan bersama selesai meskipun beberapa makanan belum habis, acara dilanjutkan dengan sambutan pihak XL.

    Kemudian dilanjutkan dengan games yang menurut saya asik banget, seru karena rebutan untuk menjawab. Bukan sekedar menjawab tapi juga menyimak dan mengingat, selain itu juga jadi lebih tahu mengenai produk XL dan hadiah yang disediakan 5 nomor cantik perdana XL dengan pulsa Rp 100.000.

    Karena saya tidak mau rugi dan tidak mau kalah dengan peserta lainnya, di tantangan kedua saya beranikan diri untuk maju. Tantangannya adalah menjelaskan kembali mengenai produk XL HotRod Pro yang sebelumnya disampaikan oleh Mas Pras.

    Saya jelaskan mengenai XL HotRod Pro yang memiliki kuota 2 GB yang berlaku selama 30 hari, tanpa ada time bend atau batasan waktu pemakaian alias bisa dipakai selama 24 jam manusia hidup, lancar digunakan jaringan 2G maupun 3G, dan yang terpenting harganya terjangkau teman-teman.

    Berhasil menunaikan tantangan tersebut sebagai hadiah saya mendapat perdana XL dengan nomor cantik ditambah pulsa Rp 100.000, lumayan lah buat daftar paket internet.

    Selesai games tibalah saatnya penyerahan hadiah untuk masing-masing juara dari kategori blogger, wartawan media cetak, dan wartawan media online. Selamat kepada para juara dan inilah para pemenang dari Lomba Tulis Blogger.

    Inilah penampakan Juara 1 Lomba Tulis Blogger, Aditya Regas (Ketua Pena Blogger Banua dan selalu gagal move on).


    Juara 2 diambil oleh Beta (Ahyani) yang semoga bisa cepat selesai skripsinya.


    Juara 3 dimenangkan oleh seorang Galuh Banjar, Lidya Basrindu.


    Dan selamat juga buat kami 5 pemenang hadiah hiburan berupa pulsa XL sebesar Rp 100.000. Horeeeeeee *krik krik. (Dua orang lagi tidak bisa berhadir).

    Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada XL untuk lomba menulisnya, hadiahnya sangat bermanfaat, gathering-nya juga seru asik banget dan terutama sudah mentraktir kami, hehehehe.

    Semoga tidak sekali itu saja XL mengadakan lomba menulis untuk para blogger di tahun 2015, diharapkan akan ada lagi lomba-lomba yang lebih seru lainnya di waktu mendatang.

    Karena XLALU ASIK BERSAMA XL. :)



    -H2O-
    Continue Reading
    Dalam perkembangannya teknologi menjadi hal yang sangat berperan penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia sekarang. Untuk mendukung cepatnya perkembangan teknologi sekarang maka diperlukan juga jaringan telekomunikasi yang mampu memaksimalkan teknologi tersebut.

    Untuk mendukung hal tersebut diluncurkan jaringan telekomunikasi terbaru yang 10 kali lebih cepat dari jaringan 3G, yaitu 4G LTE. Dan salah satu operator yang meluncurkan jaringan 4G LTE adalah XL Axiata yang sudah tersebar di beberapa kota besar Indonesia.

    Dewasa ini, kualitas jaringan telekomunikasi yang baik tidak hanya dibutuhkan oleh kalangan pebisnis, sosialita, orang yang dengan mobilitas tinggi, ataupun ABG yang galau di sosial media. Namun, dunia pendidikan juga memerlukan jaringan telekomunikasi yang baik sekarang ini.

    Karena sekarang mulai diperkenalkan sistem pembelajaran online bagi siswa, baik untuk penyampaian materi, pengerjaan tugas, bahkan Try Out, UAS, dan UN juga menggunakan sistem online.


    Hal tersebut bisa terwujud di sekolah-sekolah Indonesia jika jaringan telekomunikasi yang menunjang bisa berjalan dengan lancar, dan XL Axiata merupakan operator yang tepat untuk mendukung sistem pendidikan secara online tersebut.

    Dilihat dari penggunanya, XL Axiata banyak digandrungi oleh anak-anak sekolah dan remaja Indonesia karena paket yang ditawarkan relatif murah, memberikan banyak bonus, dan jaringan yang stabil.

    Seperti yang dirasakan oleh teman saya, yang sudah lama memakai XL Axiata. “Harga paket yang murah dengan kuota yang melimpah dan bisa digunakan 24 jam membuat saya betah memakai XL,” katanya. “Dan kecepatan jaringan pun juga cepat dan stabil baik siang maupun malam.”

    Yang dia ceritakan XL Axiata dengan jaringan 3G. Jika dengan 3G saja sudah cepat dan stabil apalagi dengan jaringan 4G LTE yang dimiliki XL Axiata sekarang.

    XL Axiata merupakan operator dengan kecepatan 4G LTE tercepat di Indonesia, seperti yang disampaikan di xl.co.id bahwa kecepatan 4G LTE XL Axiata mencapai 100 Mbps dan itu tercepat dibandingkan dengan operator lainnya.

    Dan menurut saya dengan kecepatan yang tinggi dan stabil tersebut, XL Axiata bisa memberikan dukungan untuk dunia pendidikan Indonesia. Berupa penyediaan sinyal wifi dalam bentuk mobil wifi yang didukung jaringan 4G LTE untuk setiap sekolah yang menyediakan wifi dan yang menerapkan sistem pembelajaran online. Yang tentu saja tarif yang ditawarkan juga bersahabat dengan kantong siswa.

    Atau bisa menjadi partner penyedia jaringan telekomunikasi untuk sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran online dan perpustakaan online. Karena saya pikir dengan jaringan 4G LTE yang stabil dari XL Axiata bisa mempelancar kegiatan belajar mengajar secara online, contohnya dengan jaringan 4G LTE kegiatan upload dan download materi pelajaran tidak memerlukan waktu yang lama, pengerjaan tugas berbasis web pun juga menjadi lancar, video conference bisa dilakukan guru dan siswa dengan lancar, bahkan distance education pun bisa dilaksanakan.


    Tujuan pembelajaran dengan sistem online akan membuat pengajaran lebih efesien, siswa pun menjadi lebih melek teknologi (tidak hanya melek sosial media), lebih aktif serta lebih antusias dalam belajar, dan tentu saja tujuan akhirnya mencerdaskan generasi muda.

    Saya harap XL Axiata dengan jaringan 4G LTE-nya mampu mendukung teknologi informasi dalam dunia pendidikan Indonesia agar menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas untuk Indonesia cerdas.



    -H2O-
    Continue Reading
    Di bawah langit yang mendung dan diiringi rintik hujan yang mulai turun di hari minggu 7 Desember 2014, kami alumni SMK Bina Banua Banjarmasin Jurusan Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) angkatan 2006 mengadakan reuni tidak resmi dan sederhana di Rumah Makan Tlogo Ijo di kawasan Jalan Belitung, Banjarmasin.

    Saya datang sekitar jam 4 sore dan hanya ada tiga orang yang sudah datang lebih dulu, setelah menunggu hampir setengah jam lebih terkumpulah 22 orang.

    Meskipun yang datang hanya 22 orang dari 40 orang yang diundang, namun suasana cukup seru melihat perubahan badan teman-teman seperjuangan dulu. Yang waktu sekolah kurus, kemarin sudah bisa gendut bahkan ada yang mencapai 100 kg, woow (tidak bermaksud menyinggung siapapun). Sedangkan saya, masih sama seperti dulu tetap kurus dan langsing, hehe.
    Beberapa di antara kami juga ada yang membawa istri dan anaknya. Sedangkan saya, masih seperti dulu datang dengan ditemani tas ransel saja, hehhe.

    Topik yang menjadi pembahasan pun masih permasalahan sekolah dulu, bagaimana baik buruknya saat di sekolah, bagaimana tidak mengakui kalau punya perasaan ke cewek atau gebetan. Bully-bully yang khas saat di sekolah dulu pun masih menjadi senjata ampuh bagi mereka. Dan panggilan-panggilan yang tidak sesuai nama pun juga masih melekat pada diri mereka, kecuali saya, hehehe.

    Saat yang lain sibuk membahas masa sekolah, mereka asik membahas Clash of Clans (COC)

    Salah satu diantara kami, manusia yang bernama Aan (yang sedang memegang kepala pada gambar di atas) untuk pertama kalinya ke luar negeri yaitu Singapura, woow. Dia bisa pergi Singapura karena reward yang diberikan dari perusahaan tempat kerjanya, “sekali-sekali ajakin dong, An ke luar negeri” :)

    Sudah jarang saya bisa tertawa bersama mereka, dan yang sedang minum itu adalah manusia dengan intensitas lapar yang tinggi hari itu dan menghabiskan dua porsi nasi sendiran.

    Jika dirubah dalam bentuk angka mereka bisa menjadi angka 100 :) laki-laki berkemeja putih itulah sosok yang dulunya kurus sekarang bisa menjadi gendut sempurna, entah apa yang dia makan.

    Acara yang selesai jam 6 sore itu membuat kami berpisah untuk sementara, entah kapan bisa mengadakan acara reuni lagi. Terimakasih banyak untuk Muhammad Seyman yang sudah rela dan ikhlas menjadi panitia acara meskipun sendirian. Sukses untuk kita semua.

    Inilah penampakan wajah-wajah penghuni kelas TKJ SMK Bina Banua angkatan 2006
    Dari kiri atas :Memet, Zikir & istri, Dwi, Bayu, Ade, Saya, Said, Dimas, Imam Habiro, Imam Hermawan, & Seyman.
    Dari kiri bawah : Ahmad, Aan, Munawarah, Ucok (meskipun bukan orang batak), Fitriana & anak, Maya, Nuril, Linda, Novia, Kholis, & Wira
    Fotogrhaper : Andrie Callista.

    Continue Reading
    Sudah tiga bulan tidak posting di blog ini, beberapa bulan ini saya seperti tidak menemukan sebuah ide pun untuk ditulis. Padahal setiap hari selalu mencoba mencari kegelisahan mengenai suatu kejadian. Namun tidak pernah menemukan ide untuk ditulis, juga karena pekerjaan yang semakin membuat pusing yang bisa membuat otak membeku.

    Entah kenapa dalam postingan ini saya menulis mengenai angkutan umum, mungkin karena sudah jarang melihat angkutan umum banyak yang berkeliaran di jalanan.

    Membahas angkutan umum yang akan pertama kali yang dipikirkan adalah Angkutan Kota atau nama kerennya Angkot. Dengan jenis mobil minibus, Angkot bisa bergerak dengan sangat lincah di jalan bahkan bisa selincah pengemudi sepeda motor. Angkot-angkot yang ada di Kota Banjarmasin atau mungkin juga di kota-kota lainnya selalu membuat kesal pengguna jalan lainnya terutama pengemudi sepeda motor, karena jalurnya selalu dipotong oleh Angkot yang tidak pernah merasa berdosa.

    Angkot yang selincah dan seberani itu kenapa tidak pernah masuk ke dalam film Transformers, ya ? Apa angkot tidak sekeren Bumble Bee atau segagah Optimus Prime ? Padahal di Banjarmasin ada beberapa Angkot yang tampilannya penuh dengan hiasan dan lampu-lampu bahkan ditambah dengan musik keras, ya memang lebih mirip odong-odong sih. Jika Angkot bisa masuk film Transformers, dia ‘kan bisa menjadi karakter yang unik di film tersebut bahkan di jalan macet pun masih bisa mengejar musuh.

    Oke berhenti dulu mengkhayalnya karena sangat mustahil Angkot bisa masuk ke film Transformes.

    Kembali ke hal yang sedikit serius, semakin bertambah tahun dan semakin perkembangan jaman Angkot mulai ditinggalkan masyarakat. Perannya yang dulu sangat dicari masyarakat sekarang berubah menjadi yang sangat dikesalkan masyarakat. Saya masih ingat saat masih kecil dulu, saya bersama ibu pergi kemana saja selalu menggunakan Angkot yang berwarna kuning, dimana saat itu kalau tidak salah ingat biaya Angkot masih kurang seribu rupiah baik jauh maupun dekat. Sampai terakhir saya naik Angkot biayanya sudah tiga ribuan.

    Dulu saya lihat hampir semua Angkot yang beroperasi di jalanan selalu penuh dengan penumpang, namun entah kenapa sekarang sangat jarang saya melihat Angkot penuh seperti dulu. Bahkan jumlah Angkot yang beroperasi pun bisa dihitung dengan jari karena sudah jarang Angkot berkeliaran.

    Mungkin ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab Angkot semakin sedikit di jalanan Banjarmasin, pertama karena tingkat kegengsian anak muda jaman sekarang di Banjarmasin. Berbeda dengan anak muda jaman dulu yang kemana-mana selalu naik Angkot, pergi sekolah, pulang sekolah, nongkrong, bahkan jika bisa ke surga pun naik Angkot. Anak muda jaman sekarang minimal punya satu sepeda motor sehingga jika kita hitung dengan populasi anak muda sekarang hal tersebutlah yang menjadi penyebab kemacetan juga.
    Kedua karena semakin murah dan gampangnya sepeda motor. Ada banyak perusahaan kredit yang bertebaran di Banjarmasin yang memungkinkan orang dengan mudah membeli sepeda motor dan berdampak pada semakin sepinya Angkot di jalan.

    Dua faktor tersebut yang bisa saya dapat saat mengamati fenomena semakin jarangnya Angkot di Banjarmasin. Padahal dalam film Street Society dikatakan salah satu ciri negara maju adalah masyarakatnya kebanyakan menggunakan angkutan umum saat bepergian. Sebagai contohnya lihat saja negara Jepang yang sangat jarang menggunakan mobil atau sepeda motor saat bepergian, mereka lebih memilih menggunakan bis atau kereta. Lalu kenapa negara kita tidak bisa ? Kembali lagi ke atas mungkin faktor gengsi yang tinggi.
    Bisa dikatakan kehadiran Angkot di dalam kehidupan juga menjadi sebuah dilema, ada Angkot maka selalu membuat masalah dalam lalu lintas tapi jika tidak ada Angkot angkutan umum Indonesia juga menjadi lesu. Hal yang penting sebenarnya adalah sang supir, seharusnya untuk menjadi supir Angkot harus melalui ujian terlebih dahulu agar tidak ugal-ugalan dan mengerti mengenai peraturan lalu lintas.

    Demi kemajuan angkutan umum Indonesia semoga Angkot bisa menjadi mobil yang “hebat” di jalanan sebagai awal kemajuan angkutan umum dan diharapkan bisa masuk ke film Transformers.



    -H2O-
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    HENRY HALIM




    Terlahir 26 tahun lalu.

    Di Kota Seribu Sungai.

    Pemikiran dalam bentuk tulisan.

    Penggemar kopi, meski tak kuat dengan espresso.

    -H2O-

    Blog Archive

    • ▼  2019 (3)
      • ▼  April 2019 (1)
        • MANUSIA DAN KEMUNAFIKAN
      • ►  March 2019 (1)
      • ►  January 2019 (1)
    • ►  2018 (4)
      • ►  October 2018 (1)
      • ►  August 2018 (1)
      • ►  February 2018 (2)
    • ►  2017 (3)
      • ►  October 2017 (1)
      • ►  August 2017 (1)
      • ►  February 2017 (1)
    • ►  2016 (6)
      • ►  October 2016 (2)
      • ►  September 2016 (1)
      • ►  August 2016 (1)
      • ►  May 2016 (1)
      • ►  March 2016 (1)
    • ►  2015 (8)
      • ►  November 2015 (1)
      • ►  October 2015 (2)
      • ►  September 2015 (1)
      • ►  April 2015 (3)
      • ►  March 2015 (1)
    • ►  2014 (5)
      • ►  December 2014 (1)
      • ►  October 2014 (1)
      • ►  June 2014 (1)
      • ►  April 2014 (1)
      • ►  January 2014 (1)
    • ►  2013 (6)
      • ►  October 2013 (2)
      • ►  August 2013 (2)
      • ►  April 2013 (2)
    • ►  2012 (14)
      • ►  September 2012 (2)
      • ►  August 2012 (1)
      • ►  July 2012 (1)
      • ►  June 2012 (1)
      • ►  May 2012 (1)
      • ►  April 2012 (3)
      • ►  March 2012 (1)
      • ►  February 2012 (3)
      • ►  January 2012 (1)
    • ►  2011 (1)
      • ►  June 2011 (1)
    • ►  2010 (6)
      • ►  March 2010 (2)
      • ►  February 2010 (4)
    • ►  2009 (18)
      • ►  December 2009 (4)
      • ►  November 2009 (1)
      • ►  August 2009 (1)
      • ►  July 2009 (2)
      • ►  June 2009 (2)
      • ►  March 2009 (2)
      • ►  February 2009 (2)
      • ►  January 2009 (4)
    • ►  2008 (9)
      • ►  December 2008 (2)
      • ►  November 2008 (7)

    Pages

    • BERANDA
    • KONTAK SAYA
    • PRIVACY POLICY
    • DISCLAIMER
    • DISCLOSURE POLICY

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top