Pages

  • BERANDA
  • DISCLOSURE POLICY
  • DISCLAIMER
  • PRIVACY POLICY
  • KONTAK SAYA
  • Tentang Henry
facebook instagram

HENRY HALIM OKTAKUSUMA

  • Hari selasa tanggal 21 Februari 2012 kemarin pergi ke kost nya teman buat ngambil oleh-oleh dia dari Bali.

    Dia ke Bali bukan untuk liburan tapi untuk magang yang sudah diprogramkan kampusnya, sebenarnya sih aku pengen ikut tapi gak jadi karena gak mau menjadi satu-satu nya makhluk berbeda jenis yang akan berpotensi di tinggal di bandara maka aku memutuskan untuk membatalkan niat ku itu.

    Kata dia kemaren di Bali selama 3 minggu dan sempat keliling-keliling Bali juga, jadi iri (aku juga mau ke sanaaaaa!!!).

    Satu hari saat dia udah menginjakan kaki di Banjarmasin lagi, dia sms aku kalau ada yang mau dia kasih, aku udah nebak-nebak apa yang mau kasih, berdasarkan hasil analisis hukum peroleh-olehan biasanya orang akan memberikan oleh-oleh berupa baju berasal dari tempat itu.

    Dan ternyata analisis aku itu benar, dia ngasih aku baju, gak cuma aku sih yang di kassih kedua temen ku juga dikasih.

    Datang ke kos nya (yang jalan menuju kesitu aku hampir lupa), baju-baju itu udah disiapin di kantong plastik putih, ku buka dan ku lihat baju nya. Baju kaosnya warna putih dengan tulisan di depannya 'I Love (lambang) Bali', you know lah bentuk bajunya seperti apa yang sering dipake orang-orang itu.

    Senang sih dikasih baju, apalagi gratis, heheh. Untuk Ika Friscila dan Susan terima kasih banyak ya buat bajunya, meskipun (maaf) agak kekecilan bajunya, but it's okay..

    Thanks So Much... :)


    H2O
    Continue Reading
    Spade Magic Community baru berumur 1 tahun tepatnya sih pada tanggal 14 Februari, mungkin sebagian orang mikir itu disengaja dipas-pasin tanggalnya, sebenarnya gak, pada saat pembentukan dulu kami gak sadar (iya benar, gak sadar) kalau pada saat itu menunjukkan tanggal 14 Febuari jadi secara tidak sengaja juga sih resmi terbentuknya pada tanggal itu.
    Aku jelasin sedikit dulu deh apa itu Spade Magic Community, dari nama sudah kelihatan kalau ini komunitas sulap, yang bertempat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kenapa memilih Spade ? Spade itu artinya lambang sekop pada kartu remi, you know lah yang mana lambangnya, itu kan lambangnya mirip atap rumah, jadi kami ingin komunitas ini menjadi rumah atau wadah untuk pesulap-pesulap Banjarmasin berkumpul, belajar, share, dan memperdalam ilmu dan keahliannya.
    Spade Magic Community (SMC) pertama kali berdiri hanya beranggotakan 7 orang termasuk aku, terbentuknya di rumah salah satu anggota yang menjadi anggota termuda di komunitas, rumah itu juga menjadi markas SMC, juga sebuah toko sulap jadi kami anggota SMC gak perlu jauh-jauh kalau mau beli alat. SMC punya anggota dari yang termuda sekarang dia kelas 1 SMU sampai yang sudah menikah punya anak.
    Kembali ke ultahnya SMC, karena pada tanggal 14 Februari 2012 kemarin orangnya pada sibuk semua jadi dimundurkan ke hari sabtu 18 Februari 2012 kemarin di rumah salah satu anggota yang juga toko sulap itu, pengennya sih foto-foto suasana kemarin tapi karena keasikan ngobrol jadi lupa.
    Sebenarnya bukan perayaan sih tapi lebih ke pendiskusian dan perombakan organisasinya, gimana program ke depannya, juga keterlibatan SMC di Forum Magician Banua. Ultah Spade tahun ini ditandai dengan masuknya 1 orang cewek sebagai anggota baru dengan aliran hipnotis.
    Aku sih bayangin ultah Spade kemarin sebelum berangkat ada birthday cake nya (kan lumayan buat mengganjal perut), tiup lilin sambil nyanyi lagu ulang tahun, terus ada balon ada dimana-mana, pake topi kerucut, (loh, kok malah kayak ultah anak-anak).
    Jadi, kedepannya SMC mempunyai program tapi belum rampung tersusun, bertambahnya anggota, dan mencapai tujuan pertama kami yaitu komunitas kami bisa dikenal masyarakat dan menujukkan sulap itu bukan sihir tapi murni trik juga mampu meningkatkan daya kreatifitas. Tapi kami menegaskan komunitas ini bukan untuk menyaingi komunitas yang sudah ada di Banjarmasin.
    Harapan semua anggota, Spade Magic Community mampu bertahan sampai kapan pun, bisa bermanfaat bagi anggotanya dan bisa mendapatkan alat yang murah. :)

    So, Happy Birthday Spade Magic Community......
    Continue Reading
    Mungkin banyak tempat makan atau rumah makan yang memiliki moto “harga kaki lima, kualitas bintang lima” (kurang lebih sama dengan judul diatas).
    Judul diatas berdasarkan pengalaman ku makan mie ayam di pinggir jalan, kenapa sama dengan restoran ? bukan karena dari kualitas rasa atau penampilan makanannya tapi dari menu yang disediakan. Ini sepenggal cerita pengalaman ku.
    Tanggal 16 Januari 2012 hari senin teman ku bernama Inad (nama samaran-cowok) mengajak ku pergi ke mall bermaksud membeli tas, kami pergi sekitar jam 2 siang.
    Sebelum ke cerita sesuai judul, cerita saat kami di mall.
    Sampai di mall kami langsung menuju salah satu departemen store yang terkenal yang berinisial “M”, tujuannya membeli tas buat teman ku itu, setelah mutar2 di lantai bawah departemen store itu kami naik ke lantai 2 karena tidak ada yang cocok tasnya bukan karena bentuk atau style tas yang tidak bagus tapi harganya yang tidak bersahabat. Sampai di lantai 2 nyari lagi mutar2, ketemu di salah satu sudut bagian tas bermerk dengan inisial “E”, teman ku itu langsung milih2, bongkar2 dalamnya, yang pasti bagian dalam tasnya. Saat disitu ada seorang pramuniaga cewek memperhatikan kami terus-terusan, mungkin kami keren kali ya, hehe. Selidik punya selidik, ternyata pramuniaga tersebut memperhatikan kami bukan karena kami keren, tapi karena bolak-balik nyobain tas yang ada disitu sambil ketawa2 gak jelas, sykurnya aja gak ada petugas RSJ disitu.
    Setelah teman ku menemukan tas yang sesuai selera dia, kami pergi ke kasir. Ternyata di kasir ada perlombaan cepat-cepatan melayani konsumen. Saat konsumen menaruh barangnya di atas meja kasir, kasir langsung menekan tombol waktunya dan secepat mungkin menyelesaikannya, teman ku itu bayar dilayani kasir kurang lebih 1 menitan. Satu pertanyaan dalam hati ku, cepat-cepatan gitu hadiahnya apa ya, salut deh buat mbak nya yang cepat banget bungkusin barangnya.
    Setelah membeli semua yang diperlukan kami pun pulang, tapi kami lapar jadi mampir dulu di pinggir jalan makan mie ayam yang jaraknya sekitar 1 km dari mall.
    Disini nih kenapa judul itu ada.
    Teman ku mesan sama penjualnya, “mas, mie ayam nya 2,” penjual langsung membuatkan dua mangkok mie ayam, lalu penjual mengantarkan ke kami terus dia nanya ke kami, “minum apa mas ?” temen ku langsung jawab, “teh es nya 2” tiba-tiba secara tak terduga penjual itu menjawab, “disini gak ada teh es,” aku yang lagi ngaduk2 mie ayam kaget dan menatap temen ku yang juga kaget, “hah gak ada, yang ada apa ?” “es kelapa muda ada tuh mas” temen ku mikir sebentar, sedangkan aku masih bengong mendengar jawaban itu “ya udah es kelapa nya 2,” daripada gak minum. Jadi aku bilang, “ini mie ayam pinggiran kok kayak restoran, teh es aja gak ada, di restoran aja masih ada yang nama nya teh es.” Bukan karena gak suka es kelapa sih tapi kan kalo minumnya teh es bisa hemat sedikit. Salut deh buat penjualnya yang gak jual teh es.
    Continue Reading
    Sore itu Randy duduk beralaskan rumput di tepi sungai yang indah dengan pemandangan langit sore yang eksotik.
    Matanya memandang jauh ke dalam sungai yang mengalir dengan teratur, seakan dia bingung memikirkan sesuatu yang mengganggu pikirannya.
    10 menit berlalu tiba-tiba Randy dikagetkan dengan sentuhan di pundaknya, dia pun menoleh ke belakang ternyata yang menyentuhnya seorang cewek yang bernama Rika.
    “ngpain Ran sendirian di sini ??” Rika pun duduk di sebelah kiri Randy.
    “lagi pengen sendiri aja” jawab Randy singkat.
    Lama mereka terdiam hanya desiran angin yang terdengar, sesekali Rika melihat ke arah Randy yang masih termenung.
    “langitnya bagus ya Ran” Rika memecah keheningan di antara mereka berdua
    “iya” Randy meliat ke atas untuk memandangi langit indah itu.
    “temen-temen pada kemana Ran ? biasanya kamu sama yang lain” Rika tau jika Randy biasanya bersama teman-temannya tapi hari ini dia berbeda.
    “gak tau Ka, ku gak ada kontak hari ini sama mereka, mungkin lagi di kampus” jawab Randy sekenanya.
    Rika hanya mengangguk saja mendengar jawaban Randy.
    “seandainya hati ku seindah langit sore ini” Rika berkata dengan senyum manisnya
    Randy yang terkejut mendengar kalimat itu langsung melihat ke arah Rika
    “maksud kamu apa Ka” Randy penasaran dengan ucapan Rika tadi
    “aku hanya ingin orang yang sedang ku pikirkan mengetahui perasaan ku pada dirinya” Rika membalas tatapan Randy
    Mereka saling bertatap mata selama beberapa detik, lalu Randy kembali memandangi langit indah itu.
    Randy melirik jam tanganya yang menunjukkan pukul 17.25
    “sebentar lagi matahari terbenam” Randy melihat matahari yang sudah berwarna jingga
    Rika hanya diam memandang pantulan matahari di air sungai.
    “Randy” panggil seorang cewek yang berjarak 50 meter dari tempat duduk Randy dan Rika
    Randy langsung menoleh ke arah suara itu, dia melihat Shinta telah berdiri di situ dengan senyum di wajahnya
    “Shinta” kata Randy, yang juga di ikuti Rika melihat ke arah Shinta
    Randy pun langsung menghampiri Shinta yang menggunakan jaket putih dengan celana jeans
    “ngpain sendirian kesini ??” tanya Randy pada Shinta yang tidak percaya kalau Shinta ke tempat yang sama
    “di sinikan tempat favorit aku Ran, kamu juga kesini ?” Shinta bertanya kembali
    “lumayan sih, oh ya kenalin ini Rika temen aku” Randy mengenalkan Rika pada Shinta
    Rika yang berada di samping Randy melihat senyuman yang tersirat di wajah Randy
    “apa Randy bahagia dengan kedatangan Shinta, munkin hanya Shinta yang bisa buat Randy keluar dari termenungnya” kata hati Rika mulai berbicara
    Rika yang hanya tersenyum dan menjawab sekenanya saat diajak berbicara oleh Randy dan Shinta
    Akhirnya Rika memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua
    “Ran, Shin, aku pulang duluan ya” Rika pamit pada mereka berdua dan terus berjalan
    Namun Randy melihat ada kejanggalan dari kepergian Rika
    “Rika tunggu!!” Randy mengejar Rika yang diikuti tatapan bingung Shinta
    “kamu kenapa Ka, apa yang mengganggu pikiran kamu ??” Randy heran dengan perubahan sikap Rika yang begitu cepat
    “kamu gak suka dengan kedatangan Shinta”
    “aku bingung Ran” nada bicara Rika menjadi lemah
    “kamu bingung kenapa?? Ceritakan saja padaku” Randy seolah mengetahui perasaan Rika
    “kamu masih ingatkan saat ku bilang ku ingin orang yang ada di hati ku mengetahui perasaan ku ?” Rika coba mengingatkan
    “Iya ku ingat Ka, ada apa?” Randy semakin penasaran
    “orang yang ku maksud itu adalah kamu Ran, kamu yang ada di hatiku” Rika sekuat mungkin untuk bisa menguatkan dirinya
    “tapi ku tau sekarang hatimu untuk Shinta”
    “aku pun bingung, maka dari itu kenapa ku merenung, ku suka kamu Ka, tapi ku juga tidak bisa pungkiri perasaan ku pada Shinta” Randy mencoba menjelaskan perasaannya
    “mungkin kamu akan lebih bahagia jika bersama Shinta, meskipun kita tidak bersama kita tetap sahabat Ran” Rika coba tersenyum
    “Rika maafkan aku, aku merasa lebih nyaman disaat kita bersahabat, aku juga tidak mau menyakiti perasaan siapa pun, kita masih bisa memiliki sebagai sahabat” Randy pun terlihat sedih dari raut mukanya
    “aku bisa ngerti kok Ran, sekarang kembali lah pada Shinta yang sudah menunggumu, ku akan bahagia jika kamu bahagia” Rika tersenyum untuk menguatkan hatinya
    Randy melihat Shinta yang tersenyum menunggunya
    “kamu adalah sahabat terbaik Ka” kata terakhir Randy saat Rika mulai berjalan meninggalkan dia
    Hati Randy sebenarnya juga sedih dengan keadaan ini, namun dia lebih mecintai Shinta
    Randy kembali mendatangi Shinta, mereka memandangi langit yang sudah mulai kemerahan tanda matahari mulai terbenam
    “Shin, indahnya langit sore ini terasa sangat indah saat kamu ada disini” Randy menatap Shinta yang penuh makna
    “begitu juga aku Ran” senyum manisnya Shinta menghiasi sore yang indah itu
    Saat matahari hilang, malam pun menyapa, saat itu juga mereka pergi dari tempat yang indah itu.
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    HENRY HALIM




    Terlahir 26 tahun lalu.

    Di Kota Seribu Sungai.

    Pemikiran dalam bentuk tulisan.

    Penggemar kopi, meski tak kuat dengan espresso.

    -H2O-

    Blog Archive

    • ▼  2019 (3)
      • ▼  April 2019 (1)
        • MANUSIA DAN KEMUNAFIKAN
      • ►  March 2019 (1)
      • ►  January 2019 (1)
    • ►  2018 (4)
      • ►  October 2018 (1)
      • ►  August 2018 (1)
      • ►  February 2018 (2)
    • ►  2017 (3)
      • ►  October 2017 (1)
      • ►  August 2017 (1)
      • ►  February 2017 (1)
    • ►  2016 (6)
      • ►  October 2016 (2)
      • ►  September 2016 (1)
      • ►  August 2016 (1)
      • ►  May 2016 (1)
      • ►  March 2016 (1)
    • ►  2015 (8)
      • ►  November 2015 (1)
      • ►  October 2015 (2)
      • ►  September 2015 (1)
      • ►  April 2015 (3)
      • ►  March 2015 (1)
    • ►  2014 (5)
      • ►  December 2014 (1)
      • ►  October 2014 (1)
      • ►  June 2014 (1)
      • ►  April 2014 (1)
      • ►  January 2014 (1)
    • ►  2013 (6)
      • ►  October 2013 (2)
      • ►  August 2013 (2)
      • ►  April 2013 (2)
    • ►  2012 (14)
      • ►  September 2012 (2)
      • ►  August 2012 (1)
      • ►  July 2012 (1)
      • ►  June 2012 (1)
      • ►  May 2012 (1)
      • ►  April 2012 (3)
      • ►  March 2012 (1)
      • ►  February 2012 (3)
      • ►  January 2012 (1)
    • ►  2011 (1)
      • ►  June 2011 (1)
    • ►  2010 (6)
      • ►  March 2010 (2)
      • ►  February 2010 (4)
    • ►  2009 (18)
      • ►  December 2009 (4)
      • ►  November 2009 (1)
      • ►  August 2009 (1)
      • ►  July 2009 (2)
      • ►  June 2009 (2)
      • ►  March 2009 (2)
      • ►  February 2009 (2)
      • ►  January 2009 (4)
    • ►  2008 (9)
      • ►  December 2008 (2)
      • ►  November 2008 (7)

    Pages

    • BERANDA
    • KONTAK SAYA
    • PRIVACY POLICY
    • DISCLAIMER
    • DISCLOSURE POLICY

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top